Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

KPK Umumkan Kekayaan 11 Menteri
Rabu, 22 Desember 2004 | 14:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Alwi Shihab memiliki kekayaan paling besar diantara 11 menteri yang diumumkan kekayaannya hari ini, Rabu(22/12) di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercatat, Alwi melaporkan kekayaannya sebesar lebih dari Rp 18,8 Miliar.

Selain mengumumkan kekayaan 11 menteri Kabinet Indonesia Bersatu, KPK juga mengumumkan kekayaan Panglima TNI Jendral Endriarto Sutarto dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Panglima TNI memiliki kekayaan Rp 2,9 Miliar, sedangkan bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat tercatat memiliki kekayaan terkecil, yakni Rp 233 Juta dan US$ 15 Ribu.

Dua menteri lain, yakni Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa datang sendiri mengumumkan kekayaannya. "Kekayaan saya pada Tahun 2001 sebesar Rp 7,1 Miliar sedangkan saat ini Rp 9,6 Miliar," ungkap Hatta Rajasa. Menurut Hatta, penambahan harta kekayaannya sebagian besar karena kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) harta tak bergerak yang dimilikinya. Hatta Rajasa juga melaporkan memiliki uang dollar US$ 10 ribu.

Bachtiar Chamsah dalam laporannya ke KPK mencatatkan kekayaan Rp 3,4 Miliar. Kekayaan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini terdiri dari harta tak bergerak berupa beberapa bidang tanah senilai Rp 1,7 Miliar, harta bergerak Rp 1,083 Miliar, dan giro Rp 845,4 Juta. Selain itu, "Saya juga memiliki utang sebesar Rp 205 Juta,” kata Bachtiar.

Dalam jajaran para menteri yang diumumkan kekayaannya hari ini, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi memiliki kekayaan terkecil. Menurut Sjahruddin Rasul, Wakil Ketua KPK, total kekayaan Sudi yangdilaporkan sebesar Rp 1,001 Miliar.

Selain mengumumkan kekayaan 11 menteri, menurut Sjahruddin, saat ini KPK sedang
memeriksa Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) milik lima menteri. Segera setelah selesai pemeriksaan, kekayaan kelima pejabat publik ini menurut Sjahrudin, akan diumumkan. Lima menetri ini adalah Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris, Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin, Menteri Koperasi dan UKM Surya Darma Ali, Menteri Luar Negeri Nur Hasan Wirayuda, dan Menkopolhukam Widodo AS.

Hingga saat ini, KPK menurut Sjahruddin telah mengumkan kekayaan 280 anggota DPR, 66 anggota DPD dan 55 anggota DPRD. Pengumuman dilakukan melalui Tambahan Berita Negara(TBN) yang dapat dibuka oleh siapapun.

Sutarto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Koordinator Sekretariat Program Kerja Petisi 50 Judilherry Justam (kanan) saat melakukan dengar pendapat dengan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Erry Riyana Hardjapamekas di kantor KPK, Jakarta, Rabu, 25 Pebruari 2004. [TEMPO/ Tommy Satria; K20A/488/04; 20040225]
Judilherry Justam, Erry Riyana Hardjapamekas, dll

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KPK Umumkan Kekayaan 12 Menteri Pagi Ini
KPK Minta Perpu Pembuktian Terbalik
KPK Akan Periksa Harga Pembelian Scorpions
Masyarakat Desak KPK Ambil Alih Kasus Bupati Nias
KPK Bebas Membuka Rekening Hasil Korupsi
Selain BI , Ada Pihak Lain Boleh Buka Kerahasiaan Bank
20 Mantan Menteri Belum Serahkan Laporan Kekayaan
Pengadilan Puteh, Akhir Desember
TAHAP Laporkan Dugaan Korupsi APBD Mamuju 2003
Berkas Puteh Telah Dilimpahkan ke Pengadian Tipikor
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
PP RI No. 71 Tahun 2000 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Kepres RI No. 73Thn.2003 Tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
> selengkapnya...

Website

Komisi Pemberantasan Korupsi
Situs Resmi Komisi Pemberantasan Korupsi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data