Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Jumlah Intel di Aceh Ditambah
Selasa, 21 Desember 2004 | 23:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima Kodam Iskandar Muda Mayor Jenderal Endang Suwarya menyatakan, jumlah aparat intelijen di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam akan ditambah. Itu, kata dia, karena cara gerilya kelompok Gerakan Aceh Merdeka dengan "bersembunyi dan kemudian lari".

"Sebab itu, kemampuan aparat intelijen yang bekerja di sana harus semakin tajam. Kami sudah laporkan kepada Panglima TNI dan sudah direspons," kata Endang seusai rapat evaluasi satu bulan masa perpanjangan darurat sipil Aceh, Selasa (21/12), di Jakarta
Endang mengaku telah meminta tambahan 100 persen aparat intelijen dari kekuatan yang sudah ada sekarang, yakni sekitar 500 orang. Permintaan itu, katanya, sedang diproses oleh Markas Besar TNI.

Menurut dia, ada hal yang cukup menggembirakan, yakni "kemajuan dalam upaya melumpuhkan pasukan GAM". Ia menyebutkan, kemajuan terutama dengan banyaknya anggota GAM bersenjata yang menyerahkan diri kepada aparat keamanan pada satu bulan terakhir.

Endang menjelaskan, ada 311 orang anggota GAM menyerah. TNI juga menerima 32 pucuk senjata, 25 pucuk di antaranya senjata standar. "Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya," kata dia. "Biasanya yang tewas, menyerah, dan yang tertangkap perbandingannya 1-1-1."

Selain akan meningkatkan aparat intelijen dan makin mengintensifkan operasi pemulihan keamanan, aparat keamanan juga akan membantu pelaksanaan operasi lainnya. Misalnya, membuat masyarakat bisa kembali menggarap lahannya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil mengatakan, selain membahas kemajuan-kemajuan selama satu bulan pelaksanaan darurat sipil kedua ini, dalam rapat juga dibicarakan mengenai anggaran darurat sipil yang masih tersisa. Jika mengikuti ketentuan normal, menurut dia, anggaran tersisa akan "hangus".

"Sebab itu perlu dipikirkan bagaimana mengelola sisa anggaran ini. Karena kondisi darurat di Aceh, bagaimana kalau dana tersebut bisa dimanfaatkan?" kata dia.
Rakor Polkam kemarin dipimpin oleh Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo A.S. dan dihadiri antara lain oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kepala Polri Jenderal Da'i Bachtiar, dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah.

Dimas Adityo?Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Puluhan Pemuda Aceh Desak Pembebasan Puteh
Aparat Pemda Aceh Tak Peka Darurat Sipil
643 Personil TNI Dikirim ke Aceh
Brimob dan TNI Bentrok, Satu Tewas Tertembak
Orang Asing Diizinkan Masuk 5 Kabupaten di Aceh
Presiden Direncanakan ke Aceh 26 November
Presiden Umumkan Perpanjangan Darurat Sipil di Aceh
Darurat Sipil di Aceh Diteruskan
Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi Bertemu Presiden Bahas Aceh
Pemerintah Perpanjang Status Darurat Sipil di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku

Website

Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data