Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

LSM Desak KLH Optimalkan Penanganan Pencemaran Kepulauan Seribu
Selasa, 21 Desember 2004 | 21:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa lembaga masyarakat mendesak Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KLH) mengoptimalkan penanganan kasus pencemaran di Kepulauan Seribu. Mereka hari ini, Selasa (21/12) menemui Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar. Lembaga yang melakukan desakan itu adalah Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI), Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), dan Koalisi Peduli Kepulauan Seribu.

Semua LSM itu prihatin karena masyarakat Kepulauan Seribu terganggu akibat tercecernya limbah minyak mentah. Tumpahan limbah sejak 2002 ini ternyata belum ditangani dengan baik.

Juladi, anggota KOMPI, mengemukakan, akibat tumpahan minyak mentah itu, lahan usaha petambak dan nelayan di Kepulauan Seribu terancam. “Dulu petambak dan nelayan gampang mencari nafkah, sekarang susah,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh warga kepulauan Seribu, Ahmad Gozali. Dia meminta kementerian segera mencari pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran itu.

Sementara itu, Dede Nurdin dari ICEL, menilai penegakan hukum lingkungan belum maksimal oleh Penyidik Pejabat Negeri Sipil (PPNS). “Ditambah lagi Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan Surat Penghentian Proses Penyidikan (SP3) terhadap kasus ini,” ujarnya. Kasus ini, menurut Dede, adalah lex specialis, yang penanganannya harus dilakukan oleh PPNS KLH dan semestinya didukung kepolisian dengan tidak menerbitkan SP3.

Menanggapi keluhan dari beberapa LSM tersebut, Asisten Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Sudarsono meenjanjikan komitmennya untuk menyelesaikan kasus itu. “Kami akan tetap memproses,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan beberapa langkah proses penegakkan hukum. Pihaknya telah mengambil sampel di 14 titik wilayah, pemeriksaan saksi, dan pemeriksaan saksi ahli.

Walau demikian, KLH mengakui adanya kendala anggaran yang minim untuk melakukan pengawasan perusahaan dalam mengelola lingkungan. Isa Karmisa, Deputi Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Sumber Institusi mengatakan,"Untuk memproses hingga satu sidang bisa membutuhkan Rp 300 jutaan.” Namun, ia tetap optimis, karena DPR telah memberikan lampu hijau untuk meningkatkan anggaran bagi KLH di tahun 2005.

Adapun Menteri Lingkungan Rachmat Witoelar menyadari, permasalahan lingkungan di Kepulauan Seribu sangat rumit dan luas, sehingga proses penyelesaiannya pun harus menyeluruh dan membutuhkan waktu. “KLH harus teliti dan hati-hati,” ujarnya.

Rr Ariyani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Busa/ limbah mencemari waduk/ bendungan Setiabudi, Jakarta, 1990. [TEMPO/ Ali Said; 44c/495/90; 2000/11/24]. Busa/ limbah mencemari waduk/ bendungan Setiabudi, Jakarta, 1990. [TEMPO/ Ali Said; 44c/494/90; 2000/11/24].
Pencemaran Air Di Bendungan Setiabudi
Pencemaran Air Di Bendungan Setiabudi
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PT Jaker Bungkam Soal Pencemaran
Warga Segel Kantor Bupati Nganjuk
250 Perusahaan Mendapat Rapor Pengelolaan Lingkungan
Polri Tolak Permohonan Praperadilan Newmont
Warga Kalibaru Protes Limbah Blotong
Newmont Akan Gunakan Arbitrase
Sebagian Besar Pabrikan di Jakarta UtaraBelum Mengantongi Ijin Pembuangan Limbah Cair
Newmont Akan Mempraperadilankan Kepolisian Atas Kasus Buyat
Berkas Newmont Dikembalikan Lagi
Limbah Blotong Cemari Teluk Jakarta, Pemda Suluh Perusahaan Pemotong Kapal
> selengkapnya...


Referensi

Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
Keppres RI No. 80 Tahun 1999 Tentang Pedoman Umum Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalteng
PP RI No. 53 Tahun 1999 Tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
> selengkapnya...

Website

PT Freeport Indonesia
Newmont Indonesia
Berita Bumi
Situs INFORM
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data