Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Dua Saksi Ba'asyir Bertentangan
Selasa, 21 Desember 2004 | 17:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Keterangan Nasir Abbas, saksi dalam sidang Abu Bakar Ba'asyir, Selasa (21/12) bertolak belakang dengan keterangan Mustofa alias Imron Baihaqi. Imron yang telah bersaksi pada sidang Kamis (16/12) lalu, hari ini kemabli dihadirkan untuk dikonfrontir keterangannya dengan Nasir.

Nasir, dalam kesaksiannya yang cukup detil di hadapan hakim, mengaku pernah menjadi Ketua Mantiqi III dalam struktur Jamaah Islamiyah (JI), menggantikan Imron Baihaqi. Acara pelantikan dilakukan di sebuah rumah dekat Ma'had Ali, Solo, pada April 2001. Nasir menuturkan, ia datang ke Solo atas undangan Imron. Di tempat itu, ia diajak ke sebuah kamar oleh Ba'asyir. Di kamar itu, ia diserahkan jabatan Mantiqi III untuk menggantikan Imron.

Usai pelantikan, lanjut Nasir, ia melakukan salat Duhur bersama Imron dan jamaah lainnya. Saat itu, imam salat adalah Ba'asyir. Usai salat, kata Nasir, Ba'asyir memberikan kultum tentang jihad. Lalu, seorang jamaah bertanya kepada Ba'asyir, tentang bolehkan membobol rekening milik orang Amerika Serikat. "Darahnya saja halal, apalagi hartanya," ucap Nasir menirukan jawaban Ba'asyir.

Semua keterangan Nasir di atas, tidak dibenarkan oleh Imron. Menurut Imron, ia tahu istilah Mantiqi justru dari Nasir. "Bagaimana mau menyerahkan kedudukan Mantiqi, sementara istilah itu saya tahu dari dia," kata Imron. Tentang kultum membobol rekening orang Amerika, Imron juga membantahnya. "Saya tidak pernah mendengar itu," kata Imron.

Mengenai Kam Hudaibiyah, Nasir mengaku nama itu berasal darinya. Sedangkan menurut Imron, nama Kamp Hudaibiyah adalah julukan yang diberikan penduduk setempat.

Nasir menyatakan ia pernah datang ke Moro, Filipina Selatan untuk kedua kalinya pada 2000. Selama lima bulan disana, ia melatih siswa Akademi Militer JI semester III angkatan I yang semuanya merupakan orang Indonesia. Untuk wisuda akademi tersebut, Nasir mengaku mengundang Abu Bakar Ba'asyir atas undangan Imron. Dalam upacara wisuda tersebut, menurut keterangan Nasir, Ba'asyir diapit dirinya dan Imron, mengadakan inspeksi ke semua barisan pasukan yang berpakaian loreng-loreng.

Setelah inspeksi itu, pada malam harinya, Ba'asyir yang menginap di barak instruktur, bercerita kepada Nasir tentang Usamah bin Ladin. Dalam cerita itu, dikisahkan, Ba'asyir prihatin melihat Usamah yang tinggal di gua.

Nasir mengakui, Ba'asyir meminta kepadanya merekam prosesi wisuda akademi tersebut. Nasir sempat merekamnya, namun ia dan Imron memutuskan meemusnahkan rekaman tersebut. Sebelum meninggalkan Moro, Nasir sempat membuat sebuah laporan mengenai aktivitas akademi militer di sana. Laporan yang hendak ditujukan kepada Ba'asyir ini dititipkan oleh Nasir kepada Imron.

Kesaksian di atas, dibantah Imron. Imron menyatakan tidak pernah melihat Ba'asyir selama di Moro. Ia pun membantah pernah mendapatkan titipan laporan kegiatan akademi militer kepada Ba'asyir.

Pada 2002, menurut pengakuan Nasir, Ba'asyir pernah memberikan uang ringgit kepadanya, untuk mendanai Kam Hudaibiyah. Sebelumnya, ia menyatakan Kamp Hudaibiyah telah ditutup sejak 2001. Sewaktu memberikan uang itu, menurut Nasir, Imron menyaksikannya. Hal ini juga bertolak belakang dengan keterangan Imron. Imron tidak pernah merasa melihat Ba'asyir memberikan uang kepada nasir untuk Kamp Hudaibiyah.

Ketika ditanya tentang senjata dan amunisi yang berada di toko milik Imron di Semarang, Imron menyatakan semua adalah titipan dari Nasir. mengenai hal itu, Nasir menolak untuk menanggapinya. "No comment," kata dia.

Khairunnisa

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ketua (Amir) Majelis Mujahiddin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir di dalam mobil yang mengangkutnya dari Masjid Al-Ikhlas usai melakukan sholat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 03 Januari 2003. Sholat Jumat itu merupakan sholat pertama bagi Abu Bakar Ba'asyir setelah mendapat izin dari Kapolri. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030209]. Terdakwa kasus makar, Amir Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba?asyir (kiri) didampingi pengacaranya Mohamad Assegaf (tengah) dan Mahendradatta (kanan) saat mendengar kesaksian terdakwa kasus bom Makassar Suryadi Mas?un di Gedung Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) Kemayoran, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Arie Basuki; K16A/324/2003; 20030729].
KH Abu Bakar Ba'asyir
KH Abu Bakar Ba'asyir dan pengacaranya
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Amerika Pahami Kejengkelan Indonesia Soal Travel Warning
Sidang Ba'asyir Berlangsung Tegang
Tiga Saksi Persidangan Ba'asyir Menolak Hadir
Pernyataan PM Thailand Dikecam Pemerintah dan Tokoh Muslim Indonesia
Saksi Kunci Jaksa Lemahkan Dakwaan
Sidang Ba’asyir, Saksi Mengaku Ada Tekanan
Indonesia Sayangkan Sikap Australia
Pelaku Pemboman Marriott Sangkal Keterlibatan Ba'asyir.
Saksi Simpulkan Ba'asyir Amir JI
Saksi Sidang Ba'asyir Bingung
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Badan Intelijen Negara
Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data