Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tim Independen Kasus Munir Tengah Dibahas di Mabes Polri
Selasa, 21 Desember 2004 | 11:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembentukan Tim Independen kasus kematian pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) Munir, Selasa (21/12), tengah dibahas di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta Selatan.

Hadir dalam pembentukan tim ini istri almarhum Munir, Suciwati, Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nasidik, mantan Sekjen Komnas HAM Asmara Nababan, praktisi hukum Bambang Widjojanto, Anggota Ketua Majelis PBHI Hendardi, dan Smita Notosusanto dari Cetro. Mereka datang ke Mabes Polri sekitar pukul 10.30 WIB dan melakukan pembahasan dengan Kabareskrim Polri Komjen Pol Suyitno Landung.

Menurut anggota majelis PBHI, Hendardi, pembahasan tim ini merupakan satu bagian dari rangkaian proses usulan dari Imparsial dan keluarga Munir. “Setelah kami lakukan desakan, nampaknya usulan kami lebih menyangkut kepada problem politik dibalik kasus ini, karena ini soal politik, tentu butuh alat politik juga didalam penyelidikan,” kata Hendardi.

Maka menurut Hendardi, dalam konteks politis tersebut, diperlukan semacam tim independen. Hari ini, kata hendardi, akan dibicarakan hal-hal detil menyangkut susunan tim, wewenang, dan pembagian tugas.

Pertemuan ini juga kata Hendardi, merupakan pertemuan koordinasi dengan pihak Mabes Polri, Kejaksaan Agung, dan Menko Polhukam. Ketika ditanya apakah dari pihak Imparsial maupun keluarga Munir telah memiliki bukti untuk mengungkap kasus kematian Munir, Hendardi mengatakan tidak mengetahui hal ini. Sebab kata Hendardi, selama ini proses penyelidikan dilakukan oleh polisi. “Justru saat ini kami ingin menindaklanjuti apa yang telah disampaikan oleh SBY,” ujarnya.

Hendardi berharap, pembentukan tim independen ini bukan hanya berupa lahirnya sebuah Keppres yang isinya menentukan siapa-siapa saja yang akan duduk dalam tim investigasi. Tapi Hendardi ingin agar ada semacam instruksi presiden yang melengkapi Keppres pembentukan tim investigasi kasus kematian Munir ini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Imparsial, Rachland Nasidik mengatakan, pertemuan ini adalah undangan pertama dari pihak pemerintah. “Kami ingin melihat sampai dimana bisa mencapai kesepakatan dalam pembentukan tim independen. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik dan benar dan ada keterbukaan di kedua belah pihak,” kata Rachland.

Poernomo G. Ridho

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912]. Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912].
Rachland Nashidik dan Munir
Rachland Nashidik dan Munir

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kejaksaan Dilibatkan dalam Pembentukan Tim Investigasi Munir
Deplu Persilahkan Kasus Munir Dibawa ke Forum Internasional
Suciwati Serahkan Baju dan Laptop Munir
Loebby Lukman: SBY Tak Perlu Bentuk Tim Investigasi Munir
Suciwati Akan Melakukan Kampanye Internasional
Koalisi LSM Kenang 100 Hari Kematian Munir
Polisi Tidak akan Otopsi Ulang Jenazah Munir
Kakak Kandung dan Supir Munir Diperiksa di Mabes Polri
Unibraw Beri Bea Siswa Anak Almarhum Munir
Presiden Tugaskan Widodo Susun Draft Tim Investigasi Munir
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Kematian Munir

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data