|
Nasional
ICW Dukung Pengadaan Peralatan Pertahanan Satu Pintu
Selasa, 21 Desember 2004 | 01:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung Keputusan Menteri Pertahanan (Kepmenhan) No. 420 tahun 2004 yang menetapkan pembelian peralatan pertahanan harus melalui satu pintu. ?Saya rasa ini menunjukkan keinginan Menteri Pertahanan mengubah sistem mekanisme yang ada dan upaya transparansi,? ujar Koordinator Informasi Publik ICW Adnan Topan Husodo, di Jakarta, Senin (20/12) malam.
Menurut Adnan, dalam pengadaan barang selayaknya harus ada prinsip transparansi, kompetisi yang sehat dan efisiensi. Di antaranya membuka proses tender pengadaan peralatan secara terbuka dan kompetitif, sehingga pemerintah tidak dirugikan, namun dapat membeli peralatan yang bagus tapi murah.
Pembelian yang harus melalui satu pintu, tambah Adnan, merupakan upaya yang cukup baik mempersingkat pintu-pintu birokrasi rekanan yang selama ini menambah biaya pengadaan barang. ?Apa yang terjadi di TNI sama dengan di lembaga atau institusi lainnya, sehingga jika sistem satu pintu ini diterapkan akan memudahkan mengetahui siapa yang bertanggung jawab, jika terjadi kebocoran (korupsi),? jelasnya.
Saat ditanya apakah ide Dephan membentuk tim khusus yang bertugas melakukan penjajakan dan pembelian peralatan, seperti yang terjadi pada beberapa negara maju seperti di Korea, Australia atau Malaysia, sudah tepat, Adnan menjawab, ?Mmemang harus demikian supaya tidak ada lagi lempar tanggung jawab (jika terjadi kebocoran) seperti yang terjadi pada tank Scorpion.? Adanya tim khusus, tambah Adnan, akan dapat mengurangi keberadaan broker dalam pengadaan barang
Namun Adnan mengingatkan, untuk setiap pengadaan peralatan TNI, sumber dananya harus masuk APBN agar sistem kontrol dapat berjalan. Begitu juga dengan akses informasi, walaupun TNI atau pemerintah harus menjaga kerahasiaan pengadaan peralatan, namun dalam proses pengadaannya, pemerintah atau TNI harus membuka informasi seluas-luasnya.
Sunariah ? Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|