Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Tawarkan Rumah Sistem Bongkar Pasang
Senin, 20 Desember 2004 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Untuk mendukung program pembangunan sejuta rumah, pemerintah menawarkan rumah dengan sistem bongkar pasang. Rumah ini dirancang oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, pembangunan rumah yang diprioritaskan bagi masyarakat golongan menengah ke bawah ini sederhana dan gampang
dibuat. Saking mudahnya, Djoko sesumbar rumah ini bisa dikerjakan dalam satu hari. ?Sehingga motto kita pagi pesan sore huni,? ujar Djoko dalam jumpa persnya seusai menyaksikan peluncuran rumah ini di Bandung, Senin (20/12).

Djoko menambahkan, rumah yang dinamai Risha atau singkatan dari Rumah Instan Sederhana Sehat ini mempunyai beberapa keunggulan. ?Bangunan ini sudah diuji coba di laboratorium kita dan hasilnya ternyata tahan gempa,? ujarnya.

Selain itu, kata Djoko, rumah yang dapat dibangun secara vertikal dua lantai ini juga ramah lingkungan karena dilengkapi dengan sumur resapan. Dengan pengolahan tertentu, air keluaran dari septic tank-nya bisa menjadi pupuk di taman. ?Limbah organiknya juga
tidak perlu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir karena bisa diproses menjadi pupuk,? katanya.

Djoko yakin Risha memiliki prospek cerah, khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan harga Rp 500 ribu per meter persegi, rumah Tipe 21 ditawarkan seharga Rp 10,5 juta, sedangkan yang Tipe 36 ditawarkan dengan harga Rp 18 juta. ?Saya yakin rumah ini layak dan terjangkau oleh masyarakat,? katanya.

Menteri Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Ashari mengatakan rumah dengan model Risha ini cocok dibangun di kota-kota kecil yang harga tanahnya relatif masih murah. ?Karena untuk kota-kota metropolitan, barangkali tidak ada lahan yang lebih murah, jadi yang ditawarkan pola rumah susun,? katanya.

Rana Akbari Fitriawan?Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Departemen PU Siapkan Infrastruktur Banjir
Pemerintah Targetkan Jalan Tol Jawa-Bali Selesai Tiga Tahun
Menteri PU Batal Laporkan Kekayaan Hari Ini


Website

PT Jasa Marga


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk55 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DPRD Siantar BerhentikanWali Kota dan Wakilnya
Taksi Terbakar di Jalan MT Haryono
Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data