|
Nasional
Syafii Maarif dan Saparinah Sadli Terima Anugerah HB IX
Senin, 20 Desember 2004 | 16:52 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Rektor UGM Prof. Dr. Sofian Efendi menyerahkan Penghargagan Hamengku Buwono IX kepada Prof Dr Ahmad Syafii Maarif dan Prof Dr Saparinah Sadli. Acara penyerahan itu disampaikan bersamaan dengan peringatan Dies Natalis UGM ke-55 di Graha Sabha Pramana, kampus UGM Yogyakarta, Senin (20/12).
Kedua orang itu merupakan tokoh ke-10 yang menerima Anugerah Hamengku Buwono
IX dari UGM Yogyakarta sejak penghargaan itu diberikan pertama kali tahun
1991. Prof Dr Ahmad Syafii Maarif adalah Ketua Pengurus Pusat (PP)
Muhammadiyah yang juga guru besar sejarah Universitas Negeri Yogyakarta
(UNY), sedangkan Prof Dr Saparinah Sadli adalah guru besar Universitas
Indonesia (UI) Jakarta.
Syafii Maarif, baik sebagai cendekiawan maupun dalam posisinya sebagai Ketua
PP Muhammadiyah, dinilai gigih memperjuangkan kehidupan yang harmonis dengan
terus menerus mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk senantiasa membangun hubungan antar agama yang baik. ?Beliau juga tiada henti-hentinya memperjuangkan nilai-nilai kejujuran, dan selalu berupaya agar kehidupan bangsa selalu berada di jalur yang benar. Pikiran-pikiran beliau tentang kehidupan masyarakat madani yang damai selalu dikembangkan melalui berbagai media baik melalui seminar, tulisan maupun kegiatan moral,? kata Sofian Effendi.
Sementara Prof Dr Saparinah Sadli dinilai sebagai cendekiawan wanita yang gigih memperjuangkan hak-hak perempuan. ?Meskipun sejak era RA Kartini hak kesetaraan ini telah diperjuangkan, namun kita dapat menyaksikan bahwa masih banyak praktik dalam kehidupan yang masih bias pada gender ini. Kegigihan Prof Dr Saparinah Sadli dalam memperjuangkan hak dan kesetaraan kaum perempuan dapat diartikan sebagai kebangkitan RA Kartini di abad ini. Melalui buah pikir dan gagasan beliau, pandangan terhadap kaum perempuan yang kini mulai bergeser ke arah yang lebih baik,? kata Sofian.
Menurut Sofian Effendi, dua tokoh itu dinilai pantas menerima Anugerah Hamengku Buwono IX setelah menyisihkan 57 kandidat yang diusulkan oleh sivitas akademika, masyarakat umum, lembaga maupun perorangan. Tim seleksi untuk menentukan penerima Anugerah Hamengku Buwono IX pada tahun 2004 ini terdiri atas Rektor UGM, para mantan Rektor UGM serta Ketua Majelis Guru Besar UGM.
Ditemui seusai menerima Anugerah Hamengku Buwono IX di Graha Sabha Pramana
UGM Yogyakarta, Syafii Maarif terlihat sangat santai. ?Tentu saya bersyukur menerima anugerah ini. Mudah-mudahan pertimbangan UGM untuk memberikan anugerah ini kepada saya ini betul. Sebab, saya merasa tak punya apa-apa. Saya juga merasa tak pernah menberi sumbangan apa-apa kepada masyarakat,?
kata Syafii Maarif sembari tersenyum.
Prof Dr Saparinah Sadli menyatakan kebanggaannya karena ada universitas besar yang memberi penghargaan kepadanya. Saparinah mengakui, secara umum kondisi perempuan Indonesia masih terpuruk, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. ?Kita semua tahu, masih banyak perempuan di Indonesia ini yang tidak terdidik. Banyak juga wanita di Indonesia yang dijegal ketika meniti kariernya,? katanya.
Heru C.N?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|