Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Wawancara

Akbar Tandjung: Di Golkar Saya Sudah Selesai.
Minggu, 19 Desember 2004 | 00:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Empat dekade bergelimang dunia politik, Akbar Tandjung harus melepaskan jabatan terakhirnya sebagai politikus: Ketua Umum Partai Golkar.

Mantan Ketua DPR itu dikalahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pemilihan Ahad dini hari.
Kini ia tak memiliki "baju politik"--apalagi senjata--untuk meraih jabatan politis lima tahun ke depan. Apa yang akan ia lakukan? Tempo mewawancarai mantan Menteri Sekretaris Negara itu di hotel tempatnya menginap kemarin.

Anda sepertinya di atas angin, tapi mengapa hasilnya lain?
Saya mengira, karena menerima pertanggungjawaban saya begitu mulus, mereka juga mendukung saya. Ternyata tidak. Saya pikir ada faktor lain yang mempengaruhi mereka.

Apa itu?
Ya, ada faktor yang bisa dilihat dan tidak bisa dilihat. Faktor yang bisa dilihat, Pak Jusuf Kalla sebagai wakil presiden mereka anggap bisa membuat Golkar lebih baik. Untuk faktor yang tak bisa dilihat, sulit dijelaskan ya.

Peserta musyawarah nasional tertarik kembali masuk ke kekuasaan?
Kalaupun kami berada di luar pemerintahan, bukan berarti dalam semangat yang jelek. Semangatnya untuk menjalankan fungsi pengimbang.

Bagaimana dari sisi "ekonomi"?
Kalau begitu, kami di dalam pemerintahan dengan kepentingan-kepentingan subyektif. Dalam partai kan ada idealisme, sehingga kalaupun kami berada di dalam pemerintahan, bukan berarti untuk memetik kepentingan subyektif. Begitu normatifnya. Jadi, baik di luar maupun di dalam, sama saja. Jangan merasa kurang terhormat kalau berada di luar pemerintahan.

Mungkin mayoritas orang Golkar memang tidak memiliki "gen" untuk berada di luar pemerintahan?
Itu mungkin menjadi faktor penyebab. Artinya, mereka lebih suka di dalam pemerintahan daripada berada di luar pemerintahan.

Menurut Anda, Golkar sudah diambil alih pemerintah?
Saya belum bisa menilai kalau itu pemerintahan secara resmi. Tapi bahwa Pak Jusuf Kalla memiliki kepentingan, itu pasti. Kalau tidak, buat apa dia ngotot untuk merebut posisi Ketua Umum Golkar?
Ya, bisa saja kalau pemerintah punya kepentingan. Kalau begitu, Partai Golkar tidak lagi efektif menjalankan fungsi pengawasannya. Tapi, apakah intervensi pemerintah telah sejauh itu, saya belum lihat. Tapi saya kira Pak Jusuf Kalla yang punya banyak kepentingan dengan Partai Golkar.

Itu yang membuat Anda merasa seperti dikeroyok banyak orang??
Ya, mungkin juga dengan dorongan orang-orang yang memang tidak suka sama saya. Terutama mereka yang dulu dikenai tindakan organisasi. Mereka melihat satu-satunya yang bisa mengalahkan saya mungkin Jusuf Kalla. Maka mereka mendorong Jusuf Kalla.

Sebagian teman Anda masuk kepengurusan baru. Ada komentar?
Ya, tentu saya kecewa. Kecewa itu bukan berarti saya melarang. Saya tidak akan melarang. Tapi kan paling tidak ya ngomong dulu. Ya, menyampaikanlah terlebih dulu kalau dia ada di situ.
Tapi hal-hal seperti itu dalam politik sering kali tidak bisa dihindari. Politik itu kan menyangkut suatu kepentingan. Mungkin merasa kepentingannya lebih terakomodasi daripada mereka terus-menerus bersama atau dekat dengan saya. Apalagi saya dalam posisi tidak bisa memberikan sesuatu.

Sesuatu apa?
Mungkin jabatan, kedudukan.

Sebagai politikus kawakan, Anda tidak mempunyai feeling akan ditinggalkan?
Oh ya, saya punya. Tapi saya kan tidak bisa melarang orang. Apalagi orangnya seperti ada kesan menghindar. Ya, untuk apalah?

Anda merasa dikhianati?
Tidak, saya tidak sampai pada tingkat itu, tapi sesuatu yang sebetulnya tidak saya harapkan.

Anda selalu terjun di dunia politik dan kini tidak lagi memiliki jabatan politik. Apa rencana Anda?
Sementara, hari-hari ini, saya mau istirahat dulu. Saya mau ada acara keluarga. Saya mau pergi menengok anak saya yang sedang bersekolah di luar negeri. Sementara itu, akan saya pikirkan, saya endapkan dulu, baru saya rencanakan langkah ke depan.
Sebagai orang yang selalu berkiprah dalam organisasi, tarikan-tarikan itu kan sangat kuat. Tinggal sekarang di mana itu yang perlu saya lihat. Terjun ke politik saya kira sudah tidak mungkin. Saya di Golkar kan sudah selesai. Jadi kita lihat saja nanti, ya.
sunudyantoro/widiarsi/jobpie


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR, Akbar Tandjung senam bersama kader Golkar pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-38 Partai Golkar dan satu tahun Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, 26 Januari 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K12A/166/2003; 20030224]. Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR, Akbar Tandjung pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-38 Partai Golkar dan satu tahun Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, 26 Januari 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K12A/166/2003; 20030224].
Akbar Tandjung
Akbar Tandjung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Menyambut Baik Posisi Kalla di Golkar
Bagi SBY, Kalla Ibarat Pedang Bermata Dua
PDIP Akan Rekonstruksi Koalisi Kebangsaan
Granat Berkarat Tergeletak di Taman Hotel Hilton
Jusuf Kalla Ubah Peta Politik
Kalla : Koalisi Kebangsaan Adalah Masa Lalu
Akbar Akui Kekuatan Tim Kalla
Akbar : Fahmi Harus Direhabilitasi Dulu Sebelum Jadi Pengurus Golkar
Fahmi Minta Tidak Hanya Dirinya Yang Direhabilitasi Status Keanggotaannya
Fahmi Idris Bantah Bentuk Formatur Bayangan
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
Akbar Tandjung: Saya Kecewa Ditinggalkan Teman
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Akbar Tandjung
Situs Wiranto
Partai Keadilan
Partai Golkar


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data