Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bali

Kalla Janji Partai Golkar Jadi Penyeimbang Pemerintah
Minggu, 19 Desember 2004 | 14:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Partai Golkar terpilih yang juga Wakil Presiden Jusuf Kalla berjanji akan membawa Partai Golkar untuk menjadi partai yang menjalankan fungsi penyeimbang terhadap pemerintah. Pernyataan Kalla ini seolah ingin menjawab keraguan banyak kalangan atas rangkap jabatan yang dimilikinya. "Walau saya juga menjabat sebagai wakil presiden, saya akan membawa Partai Golkar untuk tetap menjalankan check and balances terhadap pemerintah," kata Jusuf Kalla dalam pidato usai dinyatakan sebagai pemenang mengalahkan Akbar Tandjung dalam pemilihan ketua umum, Minggu (19/12) pagi.

Dengan menjalankan fungsi tersebut, kata Kalla, maka partai Golkar akan memberikan penilain secara obyektif terhadap pemerintah. Artinya, lanjut dia, jika pemerintah menjalankan fungsi secara benar, maka Partai Golkar akan mendorongnya. Sebaliknya, Partai Golkar akan melakukan kritik keras jika pemerintah berjalan menyimpang.

Kalla kemudian menyitir pernyataan salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang bernama Abu Bakar. "Jika saya benar, dukungnya saya. Jika saya salah, tegurlah saya," kata Abu Bakar. Kalla juga berjanji akan membawa Partai Golkar untuk lebih besar dan lebih baik. Ia melihat, Partai Golkar sempat terpuruk karena tidak terurus dengan baik. Bahkan, kata dia, partai ini mendapatkan citra buruk.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla juga mengungkapkan terima kasihnya kepada Akbar Tandjung dan istrinya Nina Akbar Tandjung yang telah berhasil membawa Partai Golkar keluar dari cobaan dan hadangan di masa-masa sulit saat gerakan reformasi. Saat itu, kata dia, Partai Golkar dicerca dan dihujat. Bahkan, Presiden Abdurrahman Wahid pernah memerintahkan agar partai beringin ini dibubarkan.

Pria kelahiran Sulawesi Selatan ini juga mengaku berkawan dekat dengan Akbar Tandjung. Kalla mengisahkan dia dan Akbar pernah bersama-sama aktif di HMI dan juga di Golkar. "Karena itu, saya tidak segan-segan untuk meminta nasihat Pak Akbar dan saya berharap Pak Akbar dengan senang hati bisa saya hubungi kapan pun," katanya.

Sunudyantoro, Rofiqi Hasan-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Surya Paloh: Masih Jauh untuk Maju Capres 2009
Jusuf Kalla Ketua Umum DPP Golkar 2004-2009
Marwah: Hanya Allah Yang Bisa Membuat Saya Mundur
Slamet Effendi Yusuf Mundur
Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Tegang dan Sempat di Skors
Agung Laksono Batal Digandeng Akbar Tandjung
Hujan Interupsi Warnai Munas Golkar
Kubu Kalla Optimis Raup Minimal 250 Suara
Isu Politik Uang Merebak di Arena Munas Golkar
Menjelang Pemilihan, Akbar Kumpulkan Pimpinan DPD
> selengkapnya...


Referensi

Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Sebuah Munas Setelah Lengsernya Soeharto
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data