|
Nasional
Agung Laksono Batal Digandeng Akbar Tandjung
Sabtu, 18 Desember 2004 | 22:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Proses lobi antar tim sukses terus dilakukan hingga hari pemilihan ketua umum partai Golkar. Salah seorang tim sukses Agung Laksono, Yuddy Chrisnandi mengungkapkan, hingga Jumat (17/12), pukul 14:00-14:30 WITA timnya bertemu dengan tim Akbar Tandjung di Restoran Galleria Nusa Dua. Kubu Agung diwakili Erwan Sukarya, Sarwoko, dan Yuddy Chrisnandi. \"Saya juru bicara pihak Agung,\" ungkapnya kepada Tempo (18/12)
Yuddy menambahkan, kubu Akbar diwakili M. Hatta dan Rully Chaerul Ashar. Dalam pertemuan itu, pihak akbar ingin agar Agung mau bergabung dengan Akbar, dan berpisah dari Jussuf Kalla. Alasan tim Akbar, ujarnya, kalau ingin melakukan perubahan partai sebaiknya dilakukan dari dalam. Tim Agung, katanya sepakat dengan usulan tersebut, tanpa melibatkan orang yang selama ini di luar. “Tapi kami minta kepada mereka, kalau mau menggabungkan Akbar dengan Agung, posisi Agung harus tetap di Ketua Umum dan Akbar Ketua Dewan Pembina,\" ungkapnya.
Namun tim Akbar waktu itu belum bisa memutuskan apa-apa. \"Kami pikir, kalau tidak ada dukungan dari Akbar untuk mendukung Agung mengapa harus meninggalkan Kalla, ujarnya. Sementara itu, ujarnya, Agung sendiri belum bisa memberikan jawaban apa-apa, sebelum mendengar keputusan dari sidang komisi.
Kedua kubu akhirnya sepakat untuk bertemu pada pukul 21:00 WITA pada hari yang sama. Namun sebelum pertemuan dilakukan, Yuddy mengaku minta pada Agung agar Kalla mau datang ke Bali untuk menggalang suara daerah. \"Kami pikir, tidak ada satu orang tokoh pun yang bisa mengkonsolidasikan 484 suara,\" ujarnya.
Namun sebelum kedua kubu mencapai kesepakatan, Kalla datang dari Jakarta. Kemudian konsolidasi dengan DPD dilakukan dengan cepat. Hasilnya, diperoleh dukungan 300 suara. \"Jadi, ngapain lagi ketemu dengan Akbar,\" tegasnya.
Jobpie Sugiharto/Raden Rachmadi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ketua panitia konvensi seleksi pemilihan calon presiden (capres) dari Golkar, Oetojo Oesman (kiri) bersalaman dengan Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Aburizal Bakrie yang akan mengikuti studi kelayakan Calon Presiden yang diajukan Partai Golkar dalam Pemilu 2004, Jakarta, 11 Juni 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K15A/392/2003; 20030626].](/hg/photostock/2004/12/15/s_K15A39205_high_thumb.jpg) |
![Kampanye Golkar (Golongan Karya) dengan pawai kendaraan menjelang Pemilu (Pemilihan Umum) di Jakarta, 1992. [TEMPO/ Rully Kesuma; 10D/194/1992; 20031128].](/hg/photostock/2004/12/15/s_10D19405_high_thumb.jpg) |
| Oetojo Oesman dan Aburizal Bakrie
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|