|
Metro
Puluhan Warga Keracunan Bubur Ayam
Sabtu, 18 Desember 2004 | 20:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Tambun, Bekasi, Jawa Barat digemparkan dengan sedikitnya 18 warga kampung Buwek, Desa Sumber Jaya, Tambun, terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Puluhan warga ini mengalami keracunan usai menyantap makanan berupa bubur ayam. Polisi kemudian menahan penjual bubur ayam yang sudah menjadi langganan warga.
Peristiwa keracunan makanan itu terjadi sabtu (18/12) siang, namun baru diketahui petugas Kepolisian Sektor Tambun setelah korban dilarikan ke rumah sakit. Tercatat dua warga terpaksa dirawat inap di Rumah Sakit Karya Medika II Tambun, dua lainnya menjalani rawat jalan setelah diperbolehkan pulang oleh dokter.
Sebagian korban yang umumnya ibu-ibu juga dirawat di Rumah Sakit Karya Medika I, Cibitung sebanyak 14 orang. Delapan diantaranya menjalani rawat inap dan enam orang yang kondisi sudah lebih baik, diperbolehkan pulang.
Menurut seorang korban yang diperbolehkan pulang, Lili, seperti biasanya sebagian ibu-ibu yang malas membuat sarapan pagi membeli bubur ayam dari penjual langganan bernama Minan. "Kalau pagi memang pada beli bubur ayam," kata lili. Nah, saat melahap bubur ayam hangat itu, kata Lili, tidak terjadi gejala keracunan atau apapun yang mencurigakan.
Tapi antara tiga puluh menit hingga satu jam kemudian, sebagian warga mulai mengalami perubahan pada tubuhnya. "Saya sendiri muntah-muntah, perut saya mulai terasa agak sakit,” kata Lili. Ternyata keadaan begini tak hanya dialami Lili. Para ibu lain yang lokasi rumahnya berdempetan itu mengalami hal yang sama: muntah dan perut terasa diaduk-aduk. Dan "sepertinya, yang kena itu yang makan bubur campur sate jeroan,” ujar Lili. Harap maklum, di gerobak dorng Minan disediakan juga sate ati, ampela dan jeroan sebagai teman bubur ayam.
Kepala Kepolisian Resor Tambun, Kabupaten Bekasi AKBP Joko Prihanto membenarkan peristwa keracunan itu. Menurut Joko, dari hasil penyidikan dan pemeriksaan rumah sakit, penyebab keracunan itu diduga kuat berasal dari makanan bubur dan sate jeroan. "Penjualnya sudah kita tahan dan sedang diperiksa terus," kata Joko.
Siswanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|