Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Buntet Dukung Hasyim Muzadi
Sabtu, 18 Desember 2004 | 20:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Cirebon, Jawa Barat yang terkenal dengan nama Pesantren Buntet, Sabtu (18/12) petang menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat. Pertemuan ini menurut Ketua YLPI Buntet, KH Adib Rofiuddin Izza merupakan upaya klarifikasi tentang pemberitaan yang menyatakan KH Abdullah Abas dari Buntet mendukung Abdurahman Wahid mendirikan NU tandingan.

"Kami mendukung kepemimpinan Pak Hasyim di NU berdasar pada hasil Mukatamar yang lalu," tegas Adib kepada wartawan. Lebih lanjut Adib menjelaskan bahwa Kiai Abas sebenarnya telah menyerahkan semua urusan pada pengurus yayasan. "Beliau itu sudah uzur, sehingga semua urusan telah diserahkan pada kami," ujar Adib menepis berita bahwa pendiri Pesantren Buntet itu berada di belakang langkah kuda Gus Dur membentuk NU tandingan.

Adib justru menuding ada pihak-pihak yang memanfaatkan usia tua Kiai Abas demi kepentingannya sendiri. "Waktu ada pertemuan para kiai sepuh yang menurut kabar untuk mendukung berdirinya NU tandingan, Kiai Abas justru mengatakan, Saya harus bicara apa," kata Adib yang juga keponakan Kiai Abas.

Adib mempersilahkan setiap pihak yang berbeda pendapat dengan hasil keputusan Muktamar lalu untuk mengeluarkan opini. Namun akibat perbedaan itu, lanjut Adib tidak berarti perlu digelar Munas Luar Biasa yang ujung-ujungnya menghasilkan organisasi tandingan. "Tidak ada istilah NU kultural dan NU struktural, semua itu kan NU," tandasnya.

Adib mengatakan pihaknya berencana menemui Gus Dur sebagai upaya meredakan ketegangan diantara dua kubu. "Sebenarnya tidak ada masalah, yang ada hanya perbedaan opini saja," tambah Adib. Selain melakukan klarifikasi, Adib yang ditemani Saleh Effendy Abas (salah satu dewan pendiri Buntet) serta Aris Nikmatullah, sekretaris bidang pendidikan yayasan, mengundang Hasyim untuk menghadiri khaul yang akan diselenggarakan April mendatang. Dalam acara yang diselenggrakan tiap tahun itu, selain mengundang Ketua Umum PBNU, Gus Dur kata Adib selalu diundang.

Hasyim yang ditemui dalam kesempatan terpisah mengakui bahwa kedatangan para pengurus Pesantren Buntet ini untuk melakukan klarifikasi atas berita bahwa Kiai Abas mendukung Gus Dur membentuk NU tandingan. Hasyim sendiri mengaku belum tahu soal pendaftaran organisasi NU baru yang dilakukan kubu Gus Dur ke Departemen Dalam Negeri. "Saya belum mendengar mengenai itu, kalaupun misalnya ada, pak menteri pasti akan menghubungi kami untuk membicarakannya," ujar hasyim.

Sita Planasari

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Anggota banser NU (Nahdlatul Ulama) menjaga keamanan rapat akbar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) NU ke-68 di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, 1992. [TEMPO/ Sony Sumarsono; 08D/376/1992; 20040226]. Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman, Kerstin Muller (dua kanan) ketika menemui Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU), Hasyim Muzadi (kanan) di Kantor PBNU, Jakarta, 15 Juli 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K16A/313/2003; 20030729].
Banser NU
Kerstin Muller dan Hasyim Muzadi
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Idris Marzuki Bantah Dapat Mobil dari Hasyim Muzadi
Tokoh Agama Desak Pemerintah Serius Tangani Bom Palu
Gus Solah Temui Kiai Untuk Islah
Gusdur Rencanakan Munaslub NU Juni Tahun Depan
Hasyim Belum Tentukan Pengganti Gus Sholah dan Gus Mus
Hasyim Muzadi: Tiga Orang Menolak Masuk PBNU Karena Sibuk
PBNU Hormati Keputusan Gus Solah Disayangkan
Gus Solah Tolak Masuk PBNU
Gus Solah dan Gus Mus Jadi Pengurus PBNU
Konferensi Islam Internasional di Jakarta Akhir Desember
> selengkapnya...


Website

Muslimat NU
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data