Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polisi Sebar Sketsa Pembawa Bahan Peledak
Sabtu, 18 Desember 2004 | 19:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Petugas Kepolisian dari Polda Jawa Barat sukses mengindentifikasi orang yang menyimpan bahan peledak di bus Mekar Raya jurusan Garut-Bandung. Sebagaimana diketahui, polisi menemukan sejumlah bom di bis yang menuju Bandung itu hari Jumat (17/12) kemarin. Identifikasi ini dibuat polisi berdasarkan keterangan Yayat, salah seorang penumpang bus yang melihat pelaku.

"Kami sudah membuat sketsa orang itu dan anggota kami sudah bergerak mencari tahu siapa pengirim bahan peledak ini," ujar Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Edi Darnadi dalam jumpa persnya, Sabtu (18/12). Sketsa ini menurut Edi, disebar ke seluruh
jajaran di kepolisian Jawa Barat.

Untuk sementara, kata Edi, si penyimpan bahan peledak yang bisa diidentifikasi itu baru satu orang. Pelaku berusia sekitar 25 sampai 30 tahun, berbadan kurus dengan tinggi badan diperkirakan 160 senti meter. Pelaku juga memiliki kulit sawo matang dengan rambut lurus disisir ke belakang. "Saat naik bus, pelaku mengenakan kemeja berwarna gading dan celana panjang kain berwarna gelap," ujar Edi.

Pelaku, kata Edi, naik dari terminal bus Garut, tapi belum diketahui dia turun di daerah mana. "Saksi memastikan pelaku naik di terminal, tapi saksi tidak tahu pelaku turun di daerah mana," kata Edi yang memperkirakan pelaku tidak mau mengambil resiko dengan membawa bahan peledak menggunakan kendaraan sendiri. Karena itu, kata Edi, pelaku mengirimkannya dengan cara estafet. "Di salah satu tempat dinaikan oleh pelaku, kemudian dia turun di tempat lain, nanti barang itu ada yang mengambil," kata Edi.

Meski sudah berhasil mengidentifikasi pelaku penyimpan bahan peledak, Edi mengatakan belum dapat memastikan apakah orang ini masuk dalam jaringan pengebom tertentu. Selain mengidentifikasi pelaku, pihak kepolisian menurut Edi, sudah mengumpulkan barang bukti berupa 9 bahan peledak yang masih dalam keadaan utuh, satu detonator yang sudah tidak aktif, serta dua dus mi instan merk Top Ramen dan Sarimi yang dijadikan pembungkus bahan peledak.

"Bahan peledak ini memang ada oxidator dan detonatornya, tapi belum ada hubungan listriknya, jadi bahan peledak ini belum bisa meledak karena masih memerlukan rangkaian lain," kata Edi.

Polisi juga mengumpulkan lempengan potongan-potongan besi serta bahan-bahan seperti potasium chlorat, belerang dan arang. Bahan-bahan ini diketahui dari sampel
yang diledakan di Markas Brimob, Cikeruh, Bandung pada hari Jumat (17/12) siang. Bahan-bahan ini akan dikirim ke Puslabfor Bareskrim Mabes Polri untuk diteliti lebih lanjut.

Meski sudah mengetahui substansi dalam bahan peledak, Edi mengatakan sampai kini belum bisa menyimpulkan apakah bahan peledak ini termasuk high explosive atau low explosive. "Untuk mengetahuinya, masih diperlukan pemeriksaan lanjut," kata Edi.

Sebelum menemukan bom di dalam bus Mekar Raya ini, kata Edi, petugas intelijen sudah melakukan pengintaian selama 3 hingga 4 minggu terakhir. Menurutnya, beberapa kali petugas intelijen membuntuti pelaku, tapi hasilnya masih nihil. "Barulah pada pengintaian yang ketiga ini, ternyata memang ada," kata Edi. Dari pemeriksaan yang dilakukan, kata Edi, pihaknya menemukan persamaan antara bahan peledak dalam bis ini dengan bahan peledak yang ditemukan tanggal 9 Desember lalu.

Bahan-bahan peledak ini juga dipastikan Edi berbeda dengan peledak yang digunakan oleh pelaku pengeboman di Kuningan beberapa waktu lalu. Berkaitan dengan motif pelaku membawa bahan peledak, Edi mengaku belum bisa memastikannya.. Edi juga menyebut kalau perakit bahan peledak ini berbeda dengan perakit bom di Cicurug, Sukabumi.

Temuan bom ini menurut Edi membuat pihak kepolisian kian mengetatkan pengamanan, khususnya menjelang perayaan Natal dan tahun baru. Tidak kurang dari 13 ribu personil polisi akan dikerahkan dibantu 5 ribu personil lembaga lain, termasuk TNI. Semuanya akan disebar untuk mengamankan 472 gereja, 156 tempat hiburan, 114 tempat rekreasi, 82 supermarket, 72 fasilitas asing, 230 hotel, serta 25 lokasi keramaian lain.

Rana Akbari Fitriawan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bocah Pemulung Temukan Mortir di Pekanbaru
Siang Ini, Sidang Tuntutan Terhadap Adik Hambali Digelar
Pelaku Peledakan Bom Makasar Tertangkap
Bom Meledak Lagi di Ambon
10 Persen Warga Sulawesi Tenggara Ahli Meracik Bom
Polisi Tidak Temukan Bahan Peledak di Dalam Sumur
Granat Ditemukan di Posko Golkar
Filipina Bebaskan Dua WNI yang Ditahan
Polisi Tangkap Pencuri Ribuan Detonator
Warga Temukan Dua Granat Aktif
> selengkapnya...


Referensi

Paketan Bom di Indonesia
Jamaah Islamiyah
Keppres RI No. 125 Tahun 1999 Tentang Bahan Peledak

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data