|
Nasional
Ribuan TKI Ilegal Tiba di Tanjung Priok
Sabtu, 18 Desember 2004 | 19:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 3.449 orang TKI ilegal yang diangkut dengan KRI Tanjung Nusanive 973 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (18/12) pagi. Menurut Atase Urusan Laut KBRI Kuala Lumpur, Kolonel Sulistiyanto, jumlah tersebut diperoleh berdasarkan daftar check in penumpang di Pelabuhan Klang, Selangor, Malaysia.
Dari jumlah tersebut, kata Komandan Kapal KRI Tanjung Nusanive 973 Letkol Lutfi Saifullah, 300 orang diantaranya turun di Pelabuhan Tanjung Priok. Disini, para TKI dijemput mobil angkutan bis DAMRI untuk dibawa ke terminal bis terdekat. Dari sini, para TKI akan melanjutkan perjalanan ke kampung masing-masing.
Lutfi mengatakan, KRI Tanjung Nusanive 973 juga akan menurunkan TKI ilegal di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dan jumlah TKI ini paling banyak turun di Surabaya. Dari Surabaya, para TKI ii sebagian akan melanjutkan perjalanan pulang ke Madura, Lombok, Flores dan Sulawesi.
Menurut Lutfi, berdasarkan jadwal, seharusnya rombongan TKI ilegal berangkat dari Pelabuhan Klang pada Rabu (15/12) lalu. Namun karena air laut surut, kapal pengangkut milik TNI AL tersebut tidak bisa keluar dari pelabuhan. Baru keesokan harinya (16/12), kapal bisa diberangkatkan sekitar pukul 02:30 waktu setempat.
Penumpang perempuan , kata Lutfi, diprioritaskan untuk menempati kamar yang hanya berjumlah 289 itu. Sedangkan, penumpang laki-laki kebanyakan tidur di sepanjang geladak kapal. Diakui Lutfi, hal ini tidak masalah sebab kapasitas maksimal KRI Tanjung Nusanive adalah sekitar 4 ribu penumpang. Diatas kapal, pihak TNI AL menyiapkan lima dokter dari Departemen Kesehatan dan seorang dokter TNI AL.
Untuk mengantisipasi ledakan jumlah TKI ilegal menjelang berakhirnya masa amnesti, Wakil Duta Besar A.M. Fachir akan meminta bantuan Kapal Sapu Jagat. “Mereka harus dilayani dan diperlakukan secara manusiawi,” tegas Fachir.
T.H. Salengke
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pekerja Aceh, tenaga kerja Indonesia (TKI) di depan dangau mereka, Limau Manis, Kuala Lumpur, Malaysia, 29 Februari 1992. [TEMPO/ Nezar Patria; 34D/089/2004; 20040319].](/hg/photostock/2004/12/15/s_34D08904_high_thumb.jpg) |
![Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jacob Nuwa Wea berbicara di depan ribuan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari berbagai PJTKI yang berdemonstrasi di depan Kantor Depnakertrans, Jakarta, 27 Oktober 2003. mereka menuntut agar pemerintah tetap mengirimkan TKI ke luar negeri. [TEMPO/ Agung Rahmadiansyah; K19A/028/2003; 20031112].<br> Dimuat majalah TEMPO 20031109-004, 20031109-030](/hg/photostock/2004/12/11/s_K19A02802_high_thumb.jpg) |
| Pekerja Aceh di Kuala Lumpur
|
|
| Jacob Nuwa Wea diantara calon TKI
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|