|
Nasional
Presiden Risi dengan Tayangan Pusar di Televisi
Jum'at, 17 Desember 2004 | 20:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tak hanya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang bereaksi dengan maraknya tayangan yang mengumbar aurat di televisi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku ?sangat risi? dan ?terganggu? dengan tayangan yang banyak ?mengumbar pusar?. ?Presiden secara khusus minta hal itu disampaikan kepada teman-teman,? kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab kepada wartawan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/12).
Alwi sendiri beberapa hari lalu mengaku telah mengumpulkan kalangan lembaga swadaya masyarakat, televisi swasta dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna membahas hal itu. ?Kami sepakat perlu tindakan yang proporsional untuk hal-hal yang melangkah jauh dari moralitas,? tambahnya. Bahkan pihak yang hadir dalam pertemuan itu sepakat untuk membentuk Pornografi Pornoaksi dan Anti Kekerasan Watch untuk memantau tayangan di televisi yang memuat ketiga unsur tersebut.
Dia mendukung langkah Komisi Penyiaran Indonesia dalam mengatur tayangan televisi dengan mengeluarkan Pedoman Penyiaran. ?Tapi ini melalui mekanisme yang tidak represif, tapi mekanisme yang dapat diterima akal sehat dan semua kalangan,? katanya. Dia juga berharap Lembaga Sensor Film (LSF) yang bertugas menyensor film dan tayangan televisi lebih tegas dalam menjalankan fungsinya.
Sapto P?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|