|
Nasional
Wapres: Soal Arsenik Saya Kira Tidak Serius
Kamis, 16 Desember 2004 | 16:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla memperkirakan unsur arsenik dalam makanan yang disuguhkan kepadanya di Hotel Intercontinental Bali berasal dari makanan yang basi.
Meskipun, hingga saat ini belum ada laporan resmi hasil penyelidikan polisi darimana zat beracun itu berasal. “Saya kira tidak seserius itu, karena arsenik bisa saja timbul dari katakanlah makanan yang mungkin basi,” kata Wakil Presiden menepis adanya kesengajaan memasukkan arsenik dalam makanannya.
“Mungkin saja bahan makanannya terkontaminasi,” tambah Jusuf Kalla kepada wartawan seusai bertemu sejumlah ulama di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (16/12).
Wakil Presiden menolak adanya motif lain dari keberadaan zat yang juga digunakan untuk meracuni Munir tersebut. “Tidak ada, saya tidak berpikir motif itu,” katanya.
Dia memperkirakan, munculnya zat itu kemungkinan bersumber dari kesalahan teknis penyediaan makanan.
Munculnya zat beracun dalam makanan yang disuguhkan kepada wakil presiden tersebut menimbulkan kehebohan pada musyawarah nasional Partai Golkar kemarin. Tim dari pasukan pengamanan presiden yang mencurigai adanya zat beracun tersebut segera mengirim makanan itu ke tim laboratorium forensik guna diteliti lebih jauh.
Namun, hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari mana dan apa motif dibalik kejadian tersebut. (sapto pradityo)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Dua calon presiden (Capres) dari Partai Golkar, M Jusuf Kalla (kiri) dan Surya Paloh (kanan) dalam acara pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) ke-VII Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20031017].](/hg/photostock/2004/12/13/s_SM03101749_high_thumb.jpg) |
![Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) M. Jusuf Kalla melambaikan tangan kepada wartawan (kameraman TV dan fotografer) setelah mengajukan permohonan penguduran diri dari Kabinet Gotong Royong kepada Presiden Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Jakarta, 19 April 2004. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20040419]](/hg/photostock/2004/12/10/s_BC04041929_high_thumb.jpg) |
| Jusuf Kalla dan Surya Paloh
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|