|
Nasional
Hikam: Pencalonan Kalla Ganggu Netralitas Pemerintahan
Kamis, 16 Desember 2004 | 15:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa AS Hikam mengungkapkan, pencalonan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar dapat mengganggu netralitas pemerintahan. ?Dilihat secara politik ini (pencalonan) mempunyai dampak yang kurang baik, bagi upaya transparansi, karena bagaimanapun akan ada kepentingan-kepentingan partai yang masuk didalam pemerintahan,? ujarnya di Jakarta, Kamis (16/12).
Hikam juga menilai Jusuf Kalla telah mengingkari janjinya untuk tidak merangkap jabatan sebagai ketua umum saat berkampanye sebelumnya. ?Bisa dikatakan begitu,? ujarnya. Ia menjelaskan, saat Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla belum menjabat sebagai presiden dan wakil presiden, keduanya mengatakan tidak akan merangkap jabatan.
Dengan pencalonan Kalla ini seharusnya ada upaya dari Yudhoyon untuk meminta Kalla mundur dari jabatannya jika benar-benar terpilih sebagai Ketua Umum Golkar. Hikam mengkhawatirkan jika Kalla merangkap jabatan sebagai Wakil Presiden dan Ketua Umum Golkar akan mengembalikan kondisi seperti saat Soeharto, yang mana Golkar menjadi mesin politik dari suatu pemerintahan. ?Apakah Jusuf Kalla akan mengulangi hal itu,? ucapnya.
Hikam mengatakan, jika Jusuf Kalla terpilih akan terjadi perubahan konstelasi politik yang luar biasa, terutama di DPR. Begitu juga akan berdampak kurang baik terhadap Golkar dan proses demokratisasi yang saat ini sedang berjalan. ?Bagi saya yang saya persoalkan bukan secara legal formal, tapi fatsun politik dan komitmen terhadap proses demokratisasi yang menginginkan good goverment,? ujarnya.
Sunariah?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|