|
Nasional
KLH Ingin Bahan Bakar Alternatif
Kamis, 16 Desember 2004 | 14:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan mendesak Menteri Koordinator bidang Perekonomian untuk membahas alternatif-alternatif bahan bakar untuk kendaraan. Pembahasaan ditingkat Menko Perekonomian itu diharapkan melibatkan KLH, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Departemen Pertanian dan beberapa Departemen lain untuk mendukung bahan bakar yang ramah lingkungan.
"Jadi, tidak lagi terpaku pada Bahan Bakar Minyak (BBM)," ujar Deputi VII bidang Pembinaan Sarana Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup KLH, Masnellyarti Hilman, hari ini, Kamis (16/12).
Kedepan, kata Masnellyarti, BBM harus dikurangi subsidinya, dan mengedepankan subsidi bagi bahan bakar yang ramah lingkungan. Bahan bakar ramah lingkungan yang dimaksud salah satunya adalah biodiesel yang kelapa sawit adalah salah satu sumber bahan bakunya.
"Dengan begitu, pemerintah akan mendorong optimalisasi produksi kepala sawit di Indonesia. Artinya, kenaikan harga BBM dapat ditekan dan dialihkan pada subsidi yang menyejahterakan rakyat," papar Masnellyarti. Sedangkan Sumber Daya Manusia untuk mengaplikasikan teknologi bahan bakar ramah linngkungan ini, kata Masnellyarti, sudah mencukupi.
Selain memunculkan alternatif bahan bakar, menurut Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA), Kato Keiichi, harus ada pembatasan jumlah kendaraan dan perawatan kendaraan untuk melakukan pencegahan pencemaran udara. Menurut Kato, masyarakat harus sadar dan ikut berpartisipasi melakukan pencegahan sejak dari sumber polutan di kendaraannya.
Rr Ariyani
INDEKS BERITA LAINNYA :
|