|
Nasional
Departemen Pertahanan Petakan Industri Pertahanan
Rabu, 15 Desember 2004 | 19:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menjelaskan instansinya saat ini sedang melakukan pemetaan pengadaan kerja sama industri pertahanan guna mengurangi ketergantungan militer terhadap negara luar dan menuju integrasi antara Dephan dengan Markas Besar TNI. ?Dengan demikian akan tercapai efisiensi berupa pengeluaran yang tepat untuk barang atau teknologi atau matra yang tepat,? ujar Juwono dalam dialognya dengan wartawan, Rabu (15/12), di Jakarta.
Pemetaan untuk dua atau tiga tahun mendatang dilakukan oleh kelompok kerja yang dipimpin Sekretaris Jenderal Dephan Marsekal Suprihadi dan Kepala Staf Umum TNI Hartoyo Dengan langkah ini, kata Juwono, transparansi, akuntabilitas, efisiensi dan perencanaan yang terpadu makin tercapai.
Pembahasan mengenai pemetaan selanjutnya dipertajam dalam diskusi meja bundar pada 24 Januari 2005. Dalam diskusi, Dephan akan mengundang DPR, TNI, dan kalangan industri yang terkait langsung dengan pertahanan, serta ilmuwan, LSM dan peneliti. Tujuan pertemuan ini untuk membahas bersama pertahanan Indonesia dalam arti luas. Khususnya bidang pemetaan industri pertahanan, sehingga bisa sama-sama mengadakan pemetaan negara-negara mana di kawasan Asia Tenggara yang harus dipantau untuk melihat perkembangan industri pertahanannya,.
?Dengan siapa kita bisa bermitra untuk bidang-bidang tertentu (darat, laut, udara), kemudian negara-negara di luar Asia Tenggara seperti RRC, Jepang, Korea, dan negara-negara lain yang berminat mengembangkan industri pertahanan Indonesia,? ujarnya.
Menurut Juwono, hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan militer (pertahanan) terhadap negara luar. Disamping akan terus memantau peralatan pertahanan yang dibeli pada masa lampau, yang akan dikaitkan dengan kemampuan secara efektif dari riset dan teknologi dalam negeri.
Sunariah ? Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Skadron pesawat tempur TNI-AU F-16 di lapangan udara Iswahjudi, Magetan, Madiun, Jawa Timur, Rabu, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20030827].](/hg/photostock/2004/12/13/s_AB03082714[1]_high_thumb.jpg) |
![Pesawat kargo raksasa Rusia, Antonov No. AH-124 yang membawa pesawat tempur Sukhoi pesanan pemerintah Republik Indonesia (RI) mendarat di Lapangan Udara (Lanud) Iswahyudi, Magetan, Madiun, Jawa Timur, Rabu, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20030827].](/hg/photostock/2004/12/13/s_AB03082739_high_thumb.jpg) |
| Skadron Pesawat Tempur TNI-AU F-16
|
|
| Pesawat Rusia Antonov No. AH-124
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|