|
Nasional
Hidayat Nur Wahid: Jusuf Kalla Terpilih Sebagai Wapres Bukan Karena Golkar
Selasa, 14 Desember 2004 | 19:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid berharap Jusuf Kalla tidak lupa kacang akan kulitnya jika seandainya terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Hidayat yang ditemui di kantornya, Selasa (14/12), menyatakan tidak akan mencampuri pencalonan Jusuf Kalla sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar. "Itu adalah urusan intern Partai Golkar," katanya.
Jika Jusuf Kalla terpilih, tentu akan terjadi rangkap jabatan. Hidayat menyayangkan, tradisi yang ada dalam partainya, Partai Keadilan Sejahtera yang melarang rangkap jabatan, tidak dikokohkan oleh Undang-undang (UU). UU Pemilihan Umum (Pemilu) dan UU Partai politik (parpol), menurutnya, hanya mengatur rangkap jabatan antara Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI-Polri menjadi anggota Dewan. Dalam UU itu, tidak diatur rangkap jabatan dalam Parpol dengan jabatan publik.
Hidayat mengaku khawatir jika Jusuf Kalla terpilih, akan ada tumpang tindih kepentingan. Tapi, dia mengembalikan kepada komitmen dan konsistensi Jusuf Kalla. Namun, jika benar terpilih, Hidayat menyatakan akan mengingatkannya agar tidak berubah orientasi. "Saya akan ingatkan, beliau terpilih sebagai Wakil Presiden bukan atas dukungan partai Golkar," tegasnya.
Pada Pemilu Calon Presiden dan Wakil Presiden kemarin, Golkar yang mencalonkan Jenderal Purnawirawan Wiranto sempat mempermasalahkan Jusuf Kalla karena pencalonannya. "Jangan sampai lupa fakta sejarah bahwa yang membawanya ke posisi itu bukan Golkar tetapi rakyat," ujarnya.
Namun, Hidayat meminta publik juga bisa memandang pencalonan Jusuf KIalla secara positif. "Mungkin beliau ingin agar agenda perubahan yang dicanangkan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa maksimal jika didukung oleh partai sebesar Golkar," katanya.
Hidayat tidak mau berspekulasi dan berharap semua orang bisa berpikir lebih arif. "Beliau kan belum tentu terpilih," katanya. Dia berharap, jika hal itu terjadi, semata-mata demi kontribusi positif untuk membangun bangsa. "Bukan untuk konteks politik," tambahnya.
Suliyanti
| Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Golkar, Wiranto - Salahuddin Wahid (kiri), dan pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono - M. Jusuf Kalla (kanan), dalam acara dialog (debat) Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Juli 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040701]](/hg/photostock/2004/12/02/s_AB04070140_high_thumb.jpg) |
![Calon presiden (Capres) dari Partai Golkar, Wiranto, tampak di layar monitor dalam acara dialog (debat) pasangan Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Juli 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040701]](/hg/photostock/2004/12/02/s_AB04070148_high_thumb.jpg) |
| Wiranto, Salahuddin Wahid, dll
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|