Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hasyim Belum Tentukan Pengganti Gus Sholah dan Gus Mus
Senin, 13 Desember 2004 | 22:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mengaku belum menentukan pengganti Solahudin Wahid dan KH Musthofa Bisri. Kedua kiai ini menolak duduk dalam kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Menurut Hasyim, dalam satu dua hari ini segera ditentukan penggantinya. Dia memastikan yang menolak baru Gus Sholah (KH Solahidin Wahid) dan Gus Mus (KH Musthofa Bisri).

Hasyim menjelaskan itu setelah memberi pembekalan eserta training manajemen pendidikan pesantren di kantor PBNU, Senin (13/12) malam. Mekanisme pergantian pengurus yang menolak atau keberatan akan diputuskan oleh Rois Am, Wakil Rois Am, dan Ketua Tanfidziah.

Hasyim menambahkan, tidak ada pelantikan bagi pengurus PBNU. "Pengurus NU tidak ada istilah dilantik. Cuma silaturahmi saja dengan masyarakat nasional," ujarnya.

Saran agar dirinya islah (bertemu) dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menurut dia, hal itu akan terjadi dengan sendirinya setelah seluruh kepentingan terakomodasi. "Tidak usah ada acara itu. Tambah kaku nanti," kata Hasyim.

Ewo Raswa-Tempo Nes Room

Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
     
Terdakwa kasus korupsi Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Kebayoran Baru, Koesadiyuwono (kiri), dan Edy Santoso (kanan), menyimak jawaban Jaksa Penuntut Umum Makri P. atas penetapan waktu sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat, 16 April 2004. Kedua terdakwa mengajukan keberatan atas kasus BNI cabang Kebayoran Baru yang menurutnya bukanlah kasus pidana melainkan kasus perdata, karena berkaitan dengan masalah L/C. [TEMPO/ Tommy Satria; K21A/125/04; 20040416]
Koesadiyuwono dan Edy Santoso

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nahdliyin Crisis Center Resmi Bubar
Majelis Hakim Putuskan untuk Melanjutkan Perkara Adrian
Idris Marzuki: Pribadi Gus Dur Jadi Menakutkan dan Mengancam NU
Kiai Tapalkuda Menolak Bergabung dengan Hasyim Muzadi
Kiai Sepuh Tolak Hasil Muktamar NU
Lima Kiai Sepuh Bahas Rencana NU Tandingan
Prioritas Hasyim Muzadi Membentuk Pengurus NU
Pengacara Minta Sujiono Timan patuhi Putusan MA
PKB Tidak Terpengaruh Sikap Netral NU
Pasca Muktamar, Kantor PBNU Masih Sepi
> selengkapnya...


Referensi

Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
ICW : Buka Kembali Kasus Korupsi yang Di SP3
> selengkapnya...

Website

Muslimat NU
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data