|
Nasional
Musda Golkar Jawa Timur Batal
Senin, 13 Desember 2004 | 21:11 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jatim yang berlangsung di kantor DPD Partai Golkar Jatim Jl. A Yani Surabaya, Senin (13/12) berakhir ricuh. Meski para peserta dari 38 DPD Tingkat II Partai Golkar se-Jatim sudah berdatangan sejak pukul 09.00 WIB, Musda akhirnya batal tanpa menghasilkan keputusan apapun.
Musda ini merupakan kelanjutan dari Musda yang sedianya berlangsung 28-30 November di Bromo, Probolinggo namun berakhir deadlock karena peserta Musda kubu Ridwan Hisjam mempersoalkan status keanggotaan Soenarjo, wagub Jatim yang menjadi penantang kuat Ridwan Hisjam memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Jatim 2004-2009. Meski mengantongi kartu keanggotaan SOKSI, persoalan kemudian muncul karena Soenarjo dianggap melanggar PP No. 5/1999 yang melarang anggota PNS menjadi pengurus parpol.
Permasalahan serupa kembali terulang pada Musda lanjutan di Surabaya, hari ini. Sejak siang hari, kedua kubu menggelar rapat terpisah. Kubu Soenarjo, yang mengklaim didukung 32 DPD Tingkat II Partai Golkar se-Jatim, mengambil tempat di ruang pertemuan sebelah selatan, berhadapan dengan rapat internal kubu Ridwan, yang dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung.
Di sela-sela pertemuan itu, dalam wawancara dengan wartawan, Ridwan menyatakan tak akan maju sebagai calon ketua seandainya ia tak mendapat dukungan mutlak. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan tiga calon alternatif yakni Gatot Soedjito, Harbiyah Salahuddin, dan Sabrot Djamil Pasaribu. Seperti halnya Ridwan, ketiga pengurus teras DPD Partai Golkar Jatim itu kini merupakan anggota DPRD Jatim.
Ridwan juga mempersoalkan tampilnya Soearjo yang dinilainya sebagai ‘orang baru’ di partai berlambang beringin ini. “Sebagai orang baru, seharusnya Pak Narjo magang dulu sebagai sekretaris atau jabatan setingkat itu,” katanya. Kalau Soenarjo terpilih, Ridwan juga mengisyaratkan kekuatiran akan adanya pembersihan terhadap pengurus lama. “Akibatnya, partai ini dapat kembali terpuruk,” katanya.
Di tengah-tengah ketidakmenentuan itu, pukul 17.15 WIB, Akbar berjalan keluar dari ruangan kubu Ridwan menuju ruang Ketua DPD di bagian depan gedung. Sekitar 20 menit kemudian, dengan pengawalan ketat Satgas AMPG, sebuah kereta tidur dorong dikirim masuk ke tempat Akbar berada. Beredar kabar, kesehatan bekas Ketua DPR RI itu menurun drastis. Di luar gedung, disiapkan pula sebuah ambulance berwarna hijau dari RS Delta Surya Sidoarjo bernomer polisi W 8023 F. Sampai berita ini ditulis, Akbar masih belum keluar dari ruangannya.
Pukul 18.30 WIB, sekitar 10 Satgas AMPG dan juga Ketua Panitia Musda Eddy Wahyudi masuk ke ruangan tempat rapat konsolidasi kubu pro-Soenarjo. Keributan terjadi saat Eddy mengusir peserta pertemuan itu. “Kami tak peduli. Ini soal harga diri." Terdengar teriakan dari kelompok pro-Soenarjo dari dalam ruangan yang sebelumnya ramai karena diisi dengan nyanyi-nyanyian Mars Golkar, Maju Tak Gentar, Hallo-Hallo Bandung, dan yel-yel mendukung Soenarjo.
Selang beberapa saat setelah pertemuan pro-Soenarjo dibubarkan, Soenarjo tampak keluar dengan pengawalan ketat. “Ini kan tidak benar. Sementara status keanggotaannya belum beres, harusnya Pak Narjo tidak masuk sebagai peserta,” kata Humas DPD Partai Golkar Jatim Yusuf Husni menyoal kehadiran mantan pelawak anggota kelompok ‘Kuartet S’ dari Malang tahun 1980-an itu.
Saat itu, panitia meminta ruang pertemuan disterilkan, termasuk dari keberadaan wartawan. Pukul 19.15 WIB, musda resmi dinyatakan batal. Nada sepakat pembatalan musda terekam dalam rapat konsolidasi kubu Soenarjo yang dipimpin Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Jember Mahmud Suyuti, didampingi Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri Soejitno, Ketua DPD Partai Golkar Kota Madiun Tomo Budiharsoyo, dan Ketua DPD Partai Golkar Trenggalek Soedarso.“Dengan batalnya Musda kali ini, maka status Jatim di Munas Partai Golkar di Bali 15-20 Desember mendatang hanya sebagai peninjau,” kata Ketua Panitia Musda Eddy Wahyudi.
Jojo Raharjo dan Sunudyantoro
| Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Golkar, Wiranto - Salahuddin Wahid (kiri), dan pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono - M. Jusuf Kalla (kanan), dalam acara dialog (debat) Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Juli 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040701]](/hg/photostock/2004/12/02/s_AB04070140_high_thumb.jpg) |
![Calon presiden (Capres) dari Partai Golkar, Wiranto, tampak di layar monitor dalam acara dialog (debat) pasangan Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Juli 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040701]](/hg/photostock/2004/12/02/s_AB04070148_high_thumb.jpg) |
| Wiranto, Salahuddin Wahid, dll
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|