Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden : Waspadai Teror di Hari Natal dan Tahun Baru
Senin, 13 Desember 2004 | 19:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung bereaksi begitu mendapat kabar pengeboman dan penembakan dua gereja di Palu, Sulawesi Tengah. Pagi ini, Senin (13/12), Presiden Yudhoyono memanggil Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Widodo AS dan Kepala Polri Jenderal Da\'i Bachtiar.

Disamping meminta laporan terakhir perkembangan kejadian di Palu, kepada keduanya, Presiden meminta meningkatkan pengamanan di seluruh Indonesia menjelang Natal dan Tahun Baru. "Terutama di beberapa daerah rawan,"kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi kepada wartawan di Kantor Presiden. Beberapa kota yang menjadi fokus perhatian kepolisian menjelang Natal adalah Jakarta, Makassar dan Medan. Ketiga kota itu selama ini sering menjadi target aksi serupa.

Untuk mencegah aksi serupa, Kepolisian perlu meningkatkan kualitas pengamanan dan koordinasi dengan institusi lain yang terkait dengan keamanan. Tidak hanya perlu operasi kepolisian, Presiden menyatakan perlunya operasi terpadu intelijen dan operasi teritorial. Polisi telah menangkap tersangka pelaku pembunuhan jaksa Ferry Silalahi yang tewas ditembak pada akhir Mei lalu. Namun dia menolak menyebutkan identitas orang itu. “Tapi apakah dia terkait dengan pengeboman gereja itu, masih diselidiki kepolisian,” kata Sudi.

Seusai menghadiri pembukaan rapat kerja Departemen Luar Negeri di Istana Negara, Mehteri Widodo menyatakan aksi pengeboman itu sudah dapat dikategorikan sebagai aksi teror. Melihat aksi seperti ini sudah berulang kali terjadi di daerah itu, menurutnya hal itu tidak dapat dilihat kasus per kasus. “Ada pihak -pihak yang selalu ingin mengacaukan stabilitas,” katanya

Oleh karena itu, selain harus mengungkap siapa pelakunya, yang lebih penting dilakukan adalah mencegah agar aksi serupa tidak terjadi kembali. Untuk itu diperlukan operasi intelijen untuk mendukung pengamanan kepolisian. Minimal untuk mengungkap siapa pelakunya dan apa motifnya.

Senada dengan perintah Presiden Yudhoyono, untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru, kata Widodo, polisi perlu menggelar pengamanan ekstra. “Tidak perlu status siaga khusus, cukup pengamanan ekstra,” katanya.

Kemarin malam, saat jemaat Gereja Imanuel, Palu, tengah melakukan kebaktian, dua bom meledak. Seorang satpam terluka di lengan dan bahunya. Satu jam kemudian, penembak gelap memberondongkan senapan ke arah jemaat Gereja Anugerah. Tiga jemaat terluka parah.

Sapto P.


Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
         
Terpidana kasus penyalahgunaan dokumen keimigrasian KH Abu Bakar Ba'asyir (kanan) bersama pengacaranya di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta, Senin, 01 Desember 2003.  [TEMPO/ Imam Sukamto; K20A/155/2003; 20031201] 


Petugas memusnahkan 1.102.987 keping VCD,DVD, CD, MP3 bajakan di area parkir Ditkrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 11 Maret 2004. [TEMPO/ Usman Iskandar; K20A/289/2004; 20040311]
KH Abu Bakar Ba'asyir
pemusnahan VCD Bajakan

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Dukung Pembangunan Subway dan Perumahan Massal
Presiden Akan Hadiri Peluncuran Buku Agung Laksono
Setelah Alor, Presiden Yudhoyono Akan Kunjungi Nabire
Presiden Kunjungi RS Umum Kupang
Sabtu, Presiden Kunjungi Lokasi Gempa Alor
Tentara Penyerang Brimob di Aceh Diperiksa Polisi Militer
Presiden Melantik Kepala BIN, Syamsir Siregar
Polisi Belum Periksa Mie Goreng yang Dimakan Munir
Puteh Segera Diberhentikan Sementara
Kapolri Bertemu Menlu AustraliaKepala
> selengkapnya...


Referensi

Ledakan di Jakarta 2003
Paketan Bom di Indonesia
Teror Bom di Indonesia (Beberapa di Luar Negeri) dari Waktu ke Waktu
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Tim Relawan: Korban Biasanya Orang Kecil
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data