|
Menteri Kelautan dan Perikanan mencanangkan Pemberdayaan dan Pelayaran Terpadu Masyarakat Pesisir
Minggu, 12 Desember 2004 | 18:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mencanangkan Pemberdayaan dan Pelayaran Terpadu Masyarakat Pesisir Nasional 2005, di Cilincing, Jakarta Utara, hari ini, Minggu (12/12).Pencanangan itu dilakukan dalam rangka tahun kredit mikor dunia yang digelar sepanjang tahun 2005 nanti.
Ada dua tujuan yang ingin dicapai dalam program ini yaitu meningkatkan pendapatan nelayan dan mengurangi beban hidup nelayan. Untuk meningkatkan pendapatan, Departemen Kelautan dan Perikanan membentuk Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Swamitra Mina sebanyak 100 unit. Langkah ini merupakan terobosan mengatasi masalah permodalan masyarakat pesisir. Program ini terlaksana karena kerjasama Departemen Kelautan dan Perikanan dengan Bank Bukopin.
Sedangkan dari sisi pengurangan beban hidup, dilakukan kegitan pelayanan kesehatan, pelatihan peningkatan keterampilan, gerakan bersih pantai dan laut, pemberian makanan bergizi pada balita dan bantuan beasiswa untuk anak sekolah. Program ini didukung oleh instansi pemerintah maupun dunia usaha, LSM, Pramuka dan Perguruan tinggi.
Dana yang berhasil dikumpulkan, menurut Freddy sebesar Rp 98 miliar, yang dihimpun dari Bukopin, Unit Simpan Pinjam (USP), dan lembaga keuangan lainnya. Bukopin sendiri menyumbang sekitar Rp 66 miliar. "Kami menjembatani antara nelayan yang membutuhkan dengan pemodal. Mengenai target waktu program ini dilaksankan belum ditentukan, karena masih ada 20 juta lebih nelayan yang harus di sentuh (dibantu)," ujarnya.
Dalam acara pencanangan ini, juga diadakan acara lain yakni bakti kesehatan berupa sunatan massal untuk 61 anak dan pelayanan kesehatan umum untuk 300 orang, pemeriksaan mata untuk 160 anak SD dari Lion Club, pemberian makanan sehat bagi 100 balita dari Dharma Wanita setempat, pameran dari berbagai instansi, pemberian beasiswa pada 144 anak dari Bank Syariah Mandiri dan kegiatan perbaikan lingkungan, seperti bersih pantai, penanaman mangrove serta pelatihan pengelolaan sampah danlimbah.
Asep Yogi Junaidi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|