|
Nasional
PBNU Hormati Keputusan Gus Solah Disayangkan
Minggu, 12 Desember 2004 | 14:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penolakan Salahuddin Wahid (Gus Solah) masuk dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) disayangkan salah satu ketua, Andi Jamaro Dulung. "Secara pribadi, saya sangat menyayangkan. karena kami butuh ketokohan beliau, keteladanan, dan kapabilitas beliau untuk mengembangkan NU ke depan," ujarnya.
Kendati demikian, semua pengurus NU, menurut Andi, menghormati keputusan Salahudin. "Tentunya beliau mempunyai pertimbangan sendiri" kata Jamaro. Karena itu, tak ada jalan lain, pengurus akan mencari penggantinya. "Karena keputusan Gus Solah tampaknya sudah final," ucap Jamaro.
Seperti diberitakan Koran Tempo hari ini, Salahuddin , adik mantan Ketua PBNU (Pengurus Besar Nahlatul Ulama) Abdurrahman Wahid, menolak masuk dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama periode mendatang. Dia mengaku telah ditelpon oleh Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan ditawari menjadi Ketua. Namun setelah memikirkan dengan masak-masak, dia memilih untuk tidak menerima tawaran itu.
"Saya sudah menelpon Pak Hasyim dan Kiai Sahal Mahfudz (Rois Aam PBNU) untuk menyampaikan sikap saya ini," ujarnya. Dia beralasan, lebih memilih mendorong upaya islah (berdamai) antara kelompok kakaknya dan kelompok Hasyim Muzadi.
Terhadap alasan itu, Jamaro berpendapat, sebenarnya tak perlu ada perdamaian, karena sebenarnya tak ada konflik selepas Muktamar ke-31 di Solo itu. "Artinya persoalan tersebut (perseteruan Gus Dur - Hasyim) tidak semakin meruncing," ujarnya.Namun Jamaro mengakui, Salahudin mempunyai kemampuan lobi untuk menyelesaikan konflik.
Erwin Dariyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Koordinator GOWA (Government Watch), Farid R. Faqih (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jakarta, Senin, 09 Februari 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040209]](/hg/photostock/2004/12/08/s_SM04020921_high_thumb.jpg) |
![Koordinator GOWA (Government Watch), Farid R. Faqih (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jakarta, Senin, 09 Februari 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040209]](/hg/photostock/2004/12/08/s_SM04020922_high_thumb.jpg) |
| Farid R. Faqih dan KH Hasyim Muzadi
|
|
| Farid R. Faqih dan KH Hasyim Muzadi
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|