|
Wisata
Keramahan dan Keamanan Harus Mendukung Pariwisata
Sabtu, 11 Desember 2004 | 03:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jika membandingkan pariwisata Indonesia dan Malaysia, perbedaannya sangat jauh. ?Saya iri dengan Malaysia yang bisa hasilkan devisi US$ 10 juta. Sedangkan kita mau hasilkan US$ 5 juta saja susah? kata Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata di acara Silaturahmi Masyarakat Pariwisata Indonesia di Jakarta, Jumat (10/12).
Menurut Wacik sebenarnya peran pemerintah dalam industri pariwisata tidak besar karena yang menjalankannya adalah sektor swasta. ?Kami hanya pembuat regulasi, yang menjalankan tetap swasta? katanya. Selama ini, Wacik merasa pemerintah sudah cukup berperan dalam mendukung industri pariwisata. ?Masalahnya ada isu keamanan di negara kita? katanya.
Keamanan masih merupakan isu utama dalam pariwisata selain keramahtamahan (hospitality). Dua unsur itulah yang dirasa kurang di Indonesia. ?Ada sebagian daerah di Indonesia yang memang hospitality-nya kurang? katanya.
Dalam menjaga keamanan, selain dengan bantuan polisi, Wacik mengajak masyarakat untuk tidak mempertentangkan hal-hal yang tidak perlu dipertentangkan. Yang akhirnya akan mengarah pada konflik. Hal ini sejalan dengan salah satu program 100 hari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yaitu berpikir positif.
Kalau sudah tercapai keamanan dan keramahtamahan barulah promosi dapat dijalankan dengan baik. ?Karena promosi akan percuma saja kalau keamanan dan hospitality tidak terjamin? ujarnya kemudian.
Nofi Triana Firman
| Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|