Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Konferensi Islam Internasional di Jakarta Akhir Desember
Sabtu, 11 Desember 2004 | 00:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nahdlatul Ulama bekerja sama dengan sejumlah lembaga kembali menggelar Konferensi Islam Internasional (ICIS - Internasional Conference of Islamic Scholar). Acara akan berlangsung 21-23 Desember di Hotel Shangrila, Jakarta.

Menurut Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, dalam acara itu dilakukan penajaman pemikiran bahwa Islam adalah agama yang damai dan universal. “Sehingga tidak perlu ada konflik yang tidak perlu dan olak kesalahfahaman bahwa islam merupakan agama yang selalu disalahfahami,” ujar Hasyim.

ICIS adalah kerjasama NU dengan Yayasan Haqqani Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN), Islamic Supreme Council of Amerika (ISCA), dan World Organization for Resource Development and Education (WORDE).

Hasyim menjelaskan, seringkali Islam tercoreng karena agama ini sering disalahfahami, baik oleh pemeluknya maupun warga nonmuslim. Syaykh Hisyam Kabbani, tokoh Islam di Amerika Serikat menambahkan,"Penting untuk mengenalkan kepada dunia citra Islam sebagai agama yang damai.”

Kabbani juga menjelaskan mengapa ISCA menggandeng NU, dan konferensi dilakukan di Indonesia. Menurutnya NU, adalah organisasi yang substansial, moderat dan toleran terhadap perubahan. “Sehingga NU bisa jadi titik temu gerakan kebangsaan dan bisa jadi jembatan Indonesia dan umat Islam di dunia," ucapnya.

Badriah

Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
         
Koordinator GOWA (Government Watch), Farid R. Faqih (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jakarta, Senin, 09 Februari 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040209] Koordinator GOWA (Government Watch), Farid R. Faqih (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jakarta, Senin, 09 Februari 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040209]
Farid R. Faqih dan KH Hasyim Muzadi
Farid R. Faqih dan KH Hasyim Muzadi

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengurus PBNU Dimumkan Besok Sore
Nahdliyin Crisis Center Resmi Bubar
Idris Marzuki: Pribadi Gus Dur Jadi Menakutkan dan Mengancam NU
Kiai Tapalkuda Menolak Bergabung dengan Hasyim Muzadi
Kiai Sepuh Tolak Hasil Muktamar NU
Lima Kiai Sepuh Bahas Rencana NU Tandingan
Prioritas Hasyim Muzadi Membentuk Pengurus NU
Salahudin Wahid Berharap Tak Ada NU "Tandingan"
Hasyim Muzadi Minta Gus Dur Tidak Bentuk NU Tandingan
Hasyim Muzadi Lanjutkan Lima Program
> selengkapnya...


Website

Muslimat NU
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data