|
Nasional
Pollycarpus Bantah Memiliki Senjata Api
Jum'at, 10 Desember 2004 | 17:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pilot Garuda, Pollycarpus, mengaku tidak mempunyai senjata api seperti yang diberitakan pers di televisi dan koran --pemberitaan 8,9,10 Desember 2004--, dengan izin dari Badan Intelijen Negara. Penuturannya itu disampaikan melalui surat dengan tulisan tangan Pollycarpus kepada pengacaranya, Suhardi Somomoeljono, di kantornya hari ini, Jumat (10/12). Suhardi menyampaikannya kepada wartawan di Mabes Polri.
"Semuanya itu adalah tidak benar, karena saya tidak pernah memiliki senjata api. Tolong ditelusuri," ungkap Polly dalam suratnya. Ditegaskan Suhardi juga, bahwa dirinya yakin kliennya tidak mempunyai senjata api baik legal maupun ilegal.
Surat Polly itu tidak diterima langsung oleh Suhardi, tapi oleh stafnya di kantor di Jalan Majapahit, Jakarta.
Terpisah, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komjen Polisi Suyitno Landung, mengatakan pihaknya sudah meminta informasi ke Badan Intelijen Negara untuk menelusuri kepemilikan senjata api Pollycarpus. "Belum ada masukan," kata Suyitno.
Ditambahkan Ketua Tim Penyidik kasus Munir, Kombes Polisi Oktavianus Far-Far, kewenangan penyidikan polisi saat ini adalah kasus kematian Munir karena keracunan arsenik bukan mesiu. "Relefansinya apa, kita bekerja berdasarkan fakta yuridis. Dalam kasus ini tidak ada sangkut paut dengan senjata," kata Far-Far.
Seperti diberitakan, Pollycarpus masuk dalam daftar pemeriksaan saksi atas kasus kematian Munir. Polly adalah yang memberikan tempat duduk di kelas bisnis kepada Munir dalam pesawat Garuda GA 974.
Martha Warta
INDEKS BERITA LAINNYA :
|