Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan, Indeks Kembali Melemah
Jum'at, 10 Desember 2004 | 17:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penutupan perdagangan sesi II, Jumat (10/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) mengalami pelemahan dengan tekanan tinggi, sebesar 18,567 poin. Sehingga indeks ditutup di level 945,230. Pada penutupan perdagangan hari ini terjadi transaksi dagang sebanyak 20.101 kali dengan volume perdagangan 3,7 juta lot. Adapun nilai transaksi sebesar Rp 1,58 trilliun. Sebanyak 32 saham mengalami kenaikan, 105 saham turun dan 235 saham stagnan.

Pelemahan indeks dipengaruhi oleh aksi ambil untung
saham unggulan, seperti INCO (International Nickel
Tndonesia Tbk) mengalami penurunan Rp 350 menjadi Rp
10.500, ISAT (Indosat Tbk) turun Rp 250 menjadi Rp
5.500 serta SMGR (Semen Gresik Tbk) turun Rp 250
menjadi Rp 13.450.

Sedangkan aksi beli didominasi saham-saham lapis ke
dua, seperti MDLN (Modernland Realty Ltd Tbkj)
mengalami kenaikan Rp 60 menjadi Rp 240, ADMF (Adira
Dinamika Multifinance Tbk) mengalami kenaiakna Rp 50
menjadi Rp 2.600 dan ARTI (Arona Binasejati Tbk)
mengalami kenaikan Rp 50 menjadi Rp 1.000.

Menyikapi pelemahan indeks beberapa hari ini, Direktur
Utama BEJ, Erry Firmansyah menyatakan yang
menjadi indikator kinerja bursa adalah tingkat
likuiditas. Menurutnya saat ini, nilai likuiditas
pasar baik, yakni berada diatas 1 trilliun, walaupun
indeks mengalami koreksi.

Menurutnya, BEJ akan berupaya menjaga nilai likuiditas
pasar, untuk mempertahankan pergerakan indeks.
"Dengan tetap menjaga nilai likuiditas pasar,
diharapkan investor semakin tertarik bermain di bursa,
dan akan meningkatkan nilai likuiditas, dengan nilai
likuiditas tinggi dapat mendongkrak indeks,"ujar
Erry.

Yuliawati




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Melemahnya Rupiah Akibat Jelang Akhir Tahun
BEJ Suspen Bank Global
Perdagangan Diwarnai Hit and Run
BEJ Suspen Bimantara Citra dan Bank Permata
Analis : Beli Saham Perbankan dan Ciwi Kimia.
Indeks Kemungkinan Bisa Kembali Tembus 1.000
DPR : Saham Semen Gresik di Cemex Harus Dibeli Kembali
Indeks Mixed
Analis Sarankan Hold atau Ambil Untung untuk Blue Chips
Indeks Cenderung Terkoreksi
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data