Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Menlu: Hukuman Gantung TKI Bukan Melecehkan Indonesia
Jum'at, 10 Desember 2004 | 15:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Hukum gantung dan hukuman berat yang dijatuhkan pemerintah Malaysia kepada tenaga kerja Indonesia bukan merupakan pelecehan, tetapi suatu proses hukum negara yang berdaulat yang harus dihormati pemerintah Indonesia. Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Nkosazana Dlamini Zuma di Gedung Pancasila Departemen Luar Negeri, Jumat (10/12). "Ini seperti negara kita memvonis Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan tindak pidana di Indonesia," ungkap Hassan.

Berdasarkan informasi yang didapat Hassan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, ada 16 orang TKI yang diancam hukuman gantung dan pidana berat oleh pemerintah Malaysia. "Mereka terlibat pembunuhan, kepemilikan senjata api ilegal serta penyelundupan narkotika dan sabu-sabu," kata Hassan.

Sampai saat ini, KBRI di Malaysia sudah melakukan upaya kekonsuleran dengan menyediakan penerjemah dan pengacara. Mengenai kasus Herlina Tresnawati, TKI asal Jawa Timur yang diancam hukuman gantung karena membunuh majikannya, Hassan mengatakan, pemerintah RI sudah mengundang pengacara Herlina, Vijayandra ke Surabaya untuk mempelajari latar belakang keluarga Herlina. "Pertemuan tersebut nantinya akan digunakan pengacara untuk meringankan hukuman bagi Herlina dalam proses banding," ujar Hassan.

Evy Flamboyan

Fototerkait
         
Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ibunda Nirmala Bonat, Martha Toni (kanan), di kediamannya Kebagusan, Jakarta, 26 Mei 2004. . [TEMPO/Tommy Satria; K21A/246/2004; 20040607]. Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ibunda Nirmala Bonat, Martha Toni (kanan), di kediamannya Kebagusan, Jakarta, 26 Mei 2004. . [TEMPO/Tommy Satria; K21A/246/2004; 20040607].
Megawati Soekarnoputri dan ibunda Nirmala Bonat
Megawati Soekarnoputri dan ibunda Nirmala Bonat

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menlu Afsel Nkosazana Dlamini Zuma Berkunjung ke Jakarta
“Fleksibilitas Pasar Tenaga Kerja Rugikan Buruh”
KBRI Malaysia Bantah Tutupi Data WNI Terpidana Mati
Migrant Care Desak Pemerintah Ajukan Amnesti untuk Sumiyati
Menlu Bicarakan Kebijakan Luar Negeri dengan Komisi I DPR RI
9 WNI Terpidana Mati Tunggu Eksekusi di Malaysia
Kadin Jakarta Timur Menyetujui UMP 2005
Sembilan WNI Menunggu Eksekusi Mati di Malaysia
Aliansi Buruh Bersatu Bersikeras Bertemu Sutiyoso
Sutiyoso Belum Jadwalkan Pertemuan dengan Aliansi Buruh Bersatu
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data