Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Aparat Pemda Aceh Tak Peka Darurat Sipil
Kamis, 09 Desember 2004 | 22:24 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Ketua Desk Aceh Kementerian Politik Hukum dan Keamanan Irjen Demak Lubis menilai aparatur pemerintahan di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) tidak peka terhadap status darurat sipil yang diterapkan di provinsi tersebut. Indikatornya terlihat dalam melaksanakan tugas untuk melayani masyarakat, aparatur di sana cenderung masih melakukan rutinitas biasa. "Contohnya dalam bidang kesehatan, pemerintahan, kami bisa merasakan," katanya kepada pers di Kantor Gubernur NAD hari ini, Kamis (9/12).

Seharusnya, kata Demak, dalam status darurat ada hal-hal khusus. Misalnya, bila ada sesuatu hal harus dilaporkan secara cepat, cermat dan detail. Tapi terkesan selama ini biasa-biasa saja. Deputi IV Menko Polhukam bidang Keamanan Nasional itu berada di Aceh dalam rangka sosialisasi program kegiatan dan pengawasan Operasi Terpadu oleh Tim Pelaksana Darurat Sipil Pusat.

Dengan adanya kunjungan tersebut, dia berharap aparat pemerintahan di NAD dapat menyikapi masa darurat ini dengan lebih terpacu dan mempercepat penyelesaian dan pemulihan permasalahan di Aceh. Demak juga menegaskan pemerintah telah menargetkan selama-lamanya enam bulan seluruh permasalahan di Aceh akan selesai.
"Sehingga masyarakat Aceh bisa kembali hidup normal kedalam tertib sipil," katanya.
Namun, tambah dia, bila dapat selesai tiga atau empat bulan mendatang akan lebih baik.

Mengenai penahanan Gubernur NAD Abdullah Puteh di Rutan Salemba karena dugaan korupsi, Demak menyatakan pemerintah telah mengantisipasinya dengan melimpahkan penguasa darurat sipil kepada Kapolda. Sehingga manajemen pemerintahan di NAD dapat diatasi.

Penguasa Darurat Sipil Daerah NAD Irjen Bahrumsyah menyatakan kondisi keamanan di Aceh saat ini sudah lebih kondusif dan stabil. Dengan penahanan Puteh, di masyarakat pun tak ada lagi pro-kontra.

Poernomo G Ridho


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

643 Personil TNI Dikirim ke Aceh
Brimob dan TNI Bentrok, Satu Tewas Tertembak
Orang Asing Diizinkan Masuk 5 Kabupaten di Aceh
Presiden Direncanakan ke Aceh 26 November
Presiden Umumkan Perpanjangan Darurat Sipil di Aceh
Darurat Sipil di Aceh Diteruskan
Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi Bertemu Presiden Bahas Aceh
Pemerintah Perpanjang Status Darurat Sipil di Aceh
Imparsial: Darurat Sipil Aceh Gagal
Menteri Widodo: Operasi Keamanan Belum Selesaikan Separatisme Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku

Website

Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data