Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Patroli Terkoordinasi di Selat Malaka Diteruskan
Kamis, 09 Desember 2004 | 17:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia dan Malaysia sepakat terus melaksanakan patroli terkoordinasi di perairan Selat Malaka. Kesepakatan itu disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Sri Mohamad Najib bin Tun Saji Abul Razak dan Panglima TNI Jendral Endriartono Sutarto dalam jumpa pers sidang ke-33 General Border Committee (GBC) Malaysia dan Indonesia, Kamis (9/12) di Jakarta.

Malaysia maupun Indonesia melihat keamanan perairan Selat Malaka sangat penting karena membawa dimensi antar negara. ?Patroli terkoordinasi akan terus dilaksanakan dan kerja sama penyusunan kegiatan bersama terus ditingkatkan, agar menghasilkan keamanan dan keselamatan yang lebih baik di Selat Malaka,? ujar Najib yang juga menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia.

Setelah patroli terkoordinasi dilaksanakan keamanan meningkat. Hal ini terlihat dari 20 kasus perompakan, hanya satu saja yang merupakan kasus serius. Karena itu, kata Razak, GBC akan segera merumuskan kategori yang tepat tentang kedudukan Selat Malaka sebagai kawasan strategis.

Endriartono yang menjadi Ketua GBC mewakili Indonesia mengungkapkan dengan patroli terkoordinasi, Indonesia maupun Malaysia dapat mencegah adanya intervensi negara lain tanpa persetujuan negara-negara yang berdaulat terhadap wilayah perairan Selat Malaka. Selain itu, untuk mencegah terjadinya penyelundupan senjata maupun tindakan-tindakan yang dilakukan kelompok terorisme maupun separatisme.

Pada kesempatan ini, Endriartono maupun Najib menyesalkan pandangan negara luar yang melihat Selat Malaka sebagai perairan yang tidak aman. ?Patroli terkoordinasi dapat menurunkan kejahatan pelanggaran laut,? ujar Endriartono. Tapi, dia belum bisa menyebutkan jumlah pasti penurunan itu.

GBC adalah badan yang menangani keamanan di daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Sidang pertama GBC berlangsung pada tahun 1972 di Parapat, Sumatera Utara. Sedangkan untuk GBC ke-34 akan diselenggarakan di Kuala Lumpur. GBC dibentuk sebagai tindak lanjut dari pemulihan hubungan kedua negara guna melancarkan operasi koordinasi terhadap gerombolan PGRS/Parku dan sisa G30S PKI, yang bergerak di sepanjang Kalimantan Barat dan Sarawak (Malaysia).

Sunariah?Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pesawat Hercules Milik TNI AU Jemput TKI di Malaysia
Strategi KSAL Kent Sondakh Untuk Pertahanan Kedaulatan Negara
Jusuf Kalla dan Wakil PM Malaysia Siap Jadi Mediator Perdagangan
Anwar Ibrahim: Hubungan Indonesia-Malaysia Terlalu Penting
Sembilan WNI Menunggu Eksekusi Mati di Malaysia
Ketua MPR: Anwar Ibrahim Tidak Minta Dukungan Politik
Anwar Ibrahim: Kerja Sama Memberantas Terorisme Jangan Didikte Asing
Kunjungan Anwar Ibrahim ke Ketua DPD
Joutje Kiroyan : Amerika Tak Mau Ryamizard
Panglima TNI : Saya masih Punya Harga Diri
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Pergantian Panglima TNI
Profil Endriartono Sutarto

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data