Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Anwar Ibrahim: Hubungan Indonesia-Malaysia Terlalu Penting
Rabu, 08 Desember 2004 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berharap kunjungan dirinya ke berbagai negara di luar negeri tidak dikaitkan dengan politik domestik Malaysia. Maksud kunjungannya untuk menjalin dialog dan merekatkan hubungan antara negara-negara Barat dan Timur. ?Prioritas saya itu. What is going to happen, que sera-sera,? katanya kepada pers di Bandung, Rabu (8/12).

Anwar mengungkapkan, selain Afrika Selatan, Arab Saudi, dan Indonesia, dirinya akan berkunjung ke Libanon, Qatar, Dubai, dan diteruskan ke Inggris. Kunjungannnya, kata Anwar, bukan mencari dukungan untuk politik domestik di Malaysia. Tapi, tambahnya, lebih banyak membicarakan agenda internasional.

Ketika kunjungannya ke Indoensia dikaitkan dengan kedatangan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Sri Muhammad Najib, Anwar mengatakan, tidak ada masalah. ?Dia (Najib) ada tugas lain, saya ada tugas lain. Tidak ada problem,? katanya. Kedatangannya, kata Anwar, jangan disalahmengerti untuk memanaskan hubungan kedua negara. ?Hubungan Indonesia-Malaysia terlalu penting untuk dipertahankan,? katanya.

Mantan narapidana politik itu tetap berencana memperjuangkan agenda reformasi di negeri Jiran. Anwar yang ditemui usai memberikan kuliah umum di ITB, Rabu (8/12), mengungkapkan, dalam satu tahun ke depan tidak memungkinkan bagi dirinya terjun ke gelanggang politik Malyasia. Sebabnya, kata Anwar, terlalu banyak komitmen yang harus dilakukannya di luar negaranya. Niat untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia, kata Anwar, tergantung rakyat Malaysia.

Anwar mengeluhkan pengawasan badan intelijen Malaysia terhadap dirinya yang dinilainya sudah keterlaluan. Tapi pengawasan itu tidak dipedulikannya. Menurutnya lebih baik pengawasan pihak intelijen itu ditujukan pada masalah keamanan Malaysia dengan memusatkan perhatian mencari sel-sel teroris di sana. ?Jangan buang masa dan mubazir untuk menjaga saya,? katanya.

Keputusan Mahkamah Malaysia untuk membatasinya, Anwar menilai hal itu menunjukkan lembaga peradilan sudah diperalat penguasa politik. Hingga 2008, Anwar tidak diperbolehkan memegang jabatan politik, sosial, aktif di lembaga swadaya masyarakat, hingga perusahaan swasta. Termasuk tidak boleh turun bertanding dalam Pemilu Malyasia.

Dalam kuliah umumnya di ITB, Anwar menyinggung Asean Values untuk mempertahankan demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia. Pemikir-pemikir Asia, kata Anwar, sejak dulu tidak pernah menghina hak asasi dan martabat (dignity) rakyat. ?Itu adalah bagian yang integral dari Asean values. Saya menganggap nilai ini bahkah lebih kuat ujah-nya untuk mempertahankan demokrasi, kebebasan, dan human rights,? katanya. Dari ITB, Anwar melanjutkan kunjungannya ke Pondok Pesantren Daarut Tauhid pimpinan Abdullah Gymnastiar.

Ahmad Fikri?Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sembilan WNI Menunggu Eksekusi Mati di Malaysia
Ketua MPR: Anwar Ibrahim Tidak Minta Dukungan Politik
Anwar Ibrahim: Kerja Sama Memberantas Terorisme Jangan Didikte Asing
Kunjungan Anwar Ibrahim ke Ketua DPD
Anwar Ibrahim ke Indonesia 6-10 Desember
Orang Tua Herlina Berdemonstrasi
Eksodus TKI Akan Terjadi Januari 2005
Hanya 16 Persen TKI yang Memanfaatkan SPLP
Lagi, Demonstrasi di Depan Kedutaan Besar Malaysia
PAS Malaysia Siap Bantu Kasus Herlina
> selengkapnya...


Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data