|
Nasional
Riswandha: NU Tandingan Turunkan Citra Wahid
Selasa, 07 Desember 2004 | 21:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada Riswandha Imawan berpendapat, gerakan mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid membentuk NU tandingan hanya akan menurunkan citranya di mata massyarakat. "Reputasi Wahid sebagai jawara demokrasi akan tercoreng,“ ujarnya seusai menjadi pembicara dalam Musyawarah Nasional ke-II Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia di Hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (7/12).
Menurut dia, Wahid semestinya berbesar hati. Salah satu syarat berdemokrasi adalah harus berani mengakui kekalahan. "Kalau mau menang terus, jangan," ujar Riswanda.
Dia menilai, hasil Muktamar NU ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Solo, Jawa Tengah telah menunjukkan kepada publik tentang kesadaran warga NU akan penghormatan terhadap pluralisem. “Bahwa NU tidak lagi tergantung pada personifikasi orang. Dan itu bagus,” ucapnya.
Setelah kalah dalam Muktamar, Wahid mengaku telah didukung sejumlah kiai sepuh untuk menguasai kantor pusat NU di Jl. Kramat Raya, Jakarta. Dia juga berencana membentuk organisasi yang sering disebut-sebut sebagai NU tandingan. Rencananya organisasi baru ini akan dideklarasikan pada tanggal 15 Desember mendatang (Koran Tempo, 7/12).
Eworaswa
INDEKS BERITA LAINNYA :
|