Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Anwar Ibrahim: Kerja Sama Memberantas Terorisme Jangan Didikte Asing
Selasa, 07 Desember 2004 | 13:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, mengatakan dukungannya mengenai kerja sama antara pimpinan negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam bidang pertahanan dan keamanan untuk menghadapi terorisme. Hal tersebut diungkapkan Anwar setelah bertemu dengan Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita di Gedung Nusantara III MPR Jakarta, Selasa (7/12).

Namun, menurut Anwar, kerja sama tersebut jangan membuat Susilo Bambang Yudhoyono, Thaksin, dan Abdullah Badawi didikte oleh pihak asing. “Kita harus melihat masalah terorisme sesuai dengan kacamata kita,” ungkapnya. Anwar mencontohkan, apabila ada seseorang yang terbukti bersalah karena mempunyai senjata beracun, maka orang tersebut harus diberi tindakan yang tegas sesuai dengan hukum melalui pengadilan. Tetapi, menurutnya yang sekarang ini terjadi adalah banyak kasus-kasus kecil, karena titipan asing dijadikan isu terorisme.

Mengenai pernyataan Badawi yang meminta pimpinan negara-negara sahabat untuk tidak menerima dirinya, Anwar mengungkapkan, itu hak Badawi untuk berpendapat. “Kalau pimpinan negara tersebut mau menurut silahkan saja, kalau presiden Indonesia tidak mau bertemu dengan saya maka saya akan bertemu dengan rakyat Indonesia, menteri, ketua DPD, dan ketua DPR/MPR,” ujar Anwar.

Bagi Anwar, pernyataan Badawi bukan sebuah masalah. Ia mensyukuri kunjungannya di Jerman, Arab Saudi, dan Afrika Selatan, dirinya ditemui oleh masing-masing pimpinan negara tersebut. “Waktu saya menjabat sebagai deputi perdana menteri, ketika saya bertemu dengan aktivis-aktivis Indonesia seperti Amien Rais, AM Fatwa, dan Natsir yang dianggap berseberangan dengan pemerintah zaman Soeharto tetapi kalau bertemu dengan mereka saya tetap memberitahu presiden Soeharto,” katanya.

Demikian pula, menurut Anwar, ketika aktivis yang kontra dengan pemerintah Indonesia berkunjung ke Malaysia untuk menemuinya (Anwar), walaupun bertentangan dengan pemerintah Indonesia, Malaysia tetap menerima dengan memberitahu kepada PM Malaysia Mahathir Muhammad.

Anwar membantah, bahwa kunjungannya bukan untuk mencari dukungan politik. “Saya berkunjung ke Indonesia karena disini banyak sahabat lama saya. Dukungan politik Malaysia bukan ditentukan oleh luar negeri tetapi ditentukan oleh rakyat Malaysia sendiri,” ungkap Anwar.

Evy Flamboyan-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kunjungan Anwar Ibrahim ke Ketua DPD
Anwar Ibrahim ke Indonesia 6-10 Desember
Orang Tua Herlina Berdemonstrasi
Eksodus TKI Akan Terjadi Januari 2005
Hanya 16 Persen TKI yang Memanfaatkan SPLP
Lagi, Demonstrasi di Depan Kedutaan Besar Malaysia
PAS Malaysia Siap Bantu Kasus Herlina
LSM: Penangkapan 71 TKI, Kontradiktif
Pengacara Herlina : KBRI Tidak Care
Pemerintah Antisipasi Kedatangan TKI Pasca Amnesti
> selengkapnya...


Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data