Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Rapat Paripurna Berlangsung Singkat dan Aman
Selasa, 07 Desember 2004 | 13:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tak seperti sejumlah rapat paripurna sebelumnya yang sarat interupsi dan alot, hari ini rapat paripurna di Senayan berlangsung aman sentosa. Rapat itu juga terbilang singkat cuma 45 menit, padahal sebelumnya rapat molor hingga dua jam. Singkat, karena rapat itu berlangsung sonder interupsi.

Padahal rapat kali ini membahas enam agenda penting seperti: Pembacaan nama-nama Panitia Khusus (Pansus) Kerusuhan Poso, Penetapan Keanggotaan Tim Pemanatau DPR Terhadap Pelaksaanaan Operasi Terpadu Aceh, Penetapan Keanggotaan Tim Investigasi Pembunugan Munir, Penetapan Keanggotaan Tim Kecelakaaan Lalu Lintas di Tol Jagorawi, Penetapaan Keanggotaan Tim TPST Bojong dan Penjelasan Pengusul Tentang Maksud dan Tujuan Usul Interpeleasi Atas Penarikan Surat Presiden Megawati oleh pengantinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal pergantian Panglima TNI.

Agenda pertama hingga kelima berupa pembacaan nama-nama dilakukan secara berturut-turut. Nama-nama itu langsung disahkan oleh paripurna.

Agenda keenam berupa pembacaan maksud dan tujuan pengusul surat interplasi dibacakan oleh Yuddy Chrisnandi dari Fraksi Partai Golkar. Surat presiden Susilo Bambang Yudhoyono - kata Yuddy - yang membatalkan surat sebelumnya dari Megawati perlu mendapat perhatian DPR. Ia sebagai pengusul menganggap hak interplasi memiliki tujuan yang mulia. Tujuannya jelas yaitu meminta penjelasan pemerintah dan merupakan peringatan agar pemerintah lebih hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan.

Tidak ada tanggapan maupun interupsi terhadap pembacaan itu, karena sesuai perjanjian alasan tersebut hanya untuk dibacakan. Selanjutnya, interplasi akan diserahkan kepada Badan Musyawarah (Bamus).

Menurut Soetardjo, Wakil Ketua DPR yang ditemui setelah paripurna menyatakan bahwa Bamus lah yang akan menentukan kapan rapat pleno untuk membahas interpelasi ini diadakan. "Apakah diterima atau ditolak, mungkin nanti setelah reses keputusannya," katanya. Soetardjo menambahkan bahwa tim untuk masalah Poso dan meninggalnya Munir akan menjadi prioritas DPR.

Suliyanti--Tempo

Fototerkait
     
Anggota majelis dan perwakilan negara tetangga mendengarkan pembacaan Pidato Kenegaraan  tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2005 yang disampaikan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam sidang majelis di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, 16 Agustus 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040816].
Sidang Majelis 2004

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rapat Paripurna DPR Ngaret Lagi
Menteri Dalam Negeri Bahas Soal Otonomi di DPR
Anggota DPR Nilai BI Lambat Tangani Kasus Bank Global
DPR : Saham Semen Gresik di Cemex Harus Dibeli Kembali
DPR Akan Pertanyakan Kasus Adrian Ke Kapolri
Gus Yus Sudah Dimakamkan
DPR Berduka, Gus Yus Pergi
DPR RI Setuju Uji Coba TPST Bojong Diteruskan
Didik: Kekhawatiran Pemerintah Soal RUU Batam Tidak Beralasan
Anggota DPR Persoalkan Rencana Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
UU Nomor 4 tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD

Website

Sekretariat Jenderal DPR RI
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data