Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

BEM se-Jabotabek Menolak Rencana Kenaikan BBM
Senin, 06 Desember 2004 | 18:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejumlah mahasiswa dari gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jabotabek menolak rencana pemerintah menaikan bahan bakar minyak (BBM) hingga 40 persen. Pernyataan sikap ini disampaikan sejumlah mahasiswa di depan Kampus Universitas Indonesia, Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Senin (6/12).

Acara orasi dan pembacaan sikap BEM itu diikuti perwailan mahasiswa dari sejumlah universitas, seperti Politeknik Negeri Jakarta, Unisma, IPB, STIS, ISTEK dan Brigade UI. Dalam pernayatan sikapnya mereka menolak kebijakan pemerintah tentang kenaikan BBM, meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut, mendesak pemerintah segera mengusut tuntas kasus kasus BLBI yang melibatkan konglomerat hitam dan mendesak pemerintah segera memberantas korupsi dan menjebloskannya ke penjara.

Menurut Zakiya, salah seorang koordinator kegiatan BEM Politeknik Negeri Jakarta, rencana pemerintah menaikan BBM sebuah kebijakan yang tidak adil. Sejauh ini pemerintah belum berhasil mengusut kasus BLBI dan menangkap para koruptor dan konglomerat tetapi sudah membebani rakyat kecil dengan kenaikan BBM. Kenaikan itu, akan berdampak pada naiknya harga-harga bahan kebutuhan pokok. ?Sementara konglomerat dan koruptor enak-enakan rakyat kecil lagi yang diminta untuk berkorban,? katanya. Jadi, ujarnya, jangan dulu mengeluarkan kebijakan seperti ini.

Aksi ini menurut Zakiya merupakan awal dari sikap dan gerakan mereka. Jika pemerintah jadi mewujudkan rencana menaikan harga BBM apalagi hingga 40 persen, pihaknya berjanji akan menggalang masyarakat turun ke jalan memprotes kebijakan tersebut.

Menurut Zakiya, pada awalnya, pemerintah baru ini menjadi harapan masyarakat untuk perubahan. Ternyata harapan tinggal harapam karena pemerintah baru juga sama saja dengan pemerintah lama yang tidak peduli dengan rakyat kecil. ?Pemerintah sekarang kenyataannya lebih peduli kepada dan mengakomodir kepentingan konglomerat hitam,? katanya. Ketidak jelasan kasus BLBI menurut Zakiya bukti pemerintah sekarang tidak jauh berbeda dengan pemerintah sebelumnya.

Ramidi?Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketua MPR: Jangan Tergesa-Gesa Naikkan Harga BBM
Pemerintah Belum Putuskan Apapun Soal BBM
Pemerintah Bahas Kenaikan Harga BBM dan Revisi RAPBN 2005
Departemen Pertambangan Siapkan Opsi Kenaikan BBM
Pemerintah Naikkan BBM Setelah Panen Raya
Jusuf Kalla: Harga BBM Akan Naik 40 Persen
Subsidi BBM Sampai November Rp 46 Triliun
Indonesia Hadapi Empat Tantangan Dalam Pembangunan Sektor Energi
Harga Elpiji Akan Naik
Untuk Susun APBN, DPR Akan Undang Pakar
> selengkapnya...


Website

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data