|
Nasional
Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Banjir dan Longsor
Senin, 06 Desember 2004 | 01:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah daerah diharapkan tidak lengah menghadapi hujan lebat yang kemungkinan besar menyebabkan banjir dan tanah longsor. Selama Desember ini, hujan di wilayah selatan katulistiwa meningkat pesat yang dipengaruhi badai tropis yang tumbuh di selatan Pulau Jawa.
?Masyarakat agar menyikapi dengan cermat cuaca yang sedang terjadi, membersihkan lingkungan dari sampah, memperbaiki sistem drainase di lingkungannya,? ujar Akhmad Zakir, Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi dan Geofisika, pada Tempo, Minggu (5/12). Dia memperingatkan jika terjadi hujan lebat lebih dari 2 jam sehari diikuti hujan lebat dihari berikutnya, bisa dipastikan terjadi banjir.
Sekitar dua hari lalu, terjadi badai di selatan jawa (Laut Hindia) yang memengaruhi pola distribusi awan hujan di Jawa dan Sumatra bagian Selatan. ?Hujan lebat, angin disertai kilat atau petir terjadi sekitar Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur bagian selatan dan Sumatra Selatan,? kata Achmad.
Selain badai tropis di Laut Hindia kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi juga oleh badai Nan Madol dari utara kepulauan Filipina. ?Akibat Nan Madol ini menghambat pergerakan awan hujan ke Jawa,? ujarnya. Menurutnya, badai Nan Madol yang saat ini berada di sekitar Hongkong membuat pergerakan awan hujan menjadi lambat yang artinya melemahkan badai tropis yang bisa memberikan cuaca buruk di Jawa.
?Satu ke utara (badai tropis) dan satu ke selatan (badai Nan Madol),? kata Achmad. Dia menjelaskan bahwa sebenarnya Indonesia masih diuntungkan karena badai tersebut saat ini dihambat oleh badai tropis Nan Madol yang tumbuh di utara khatulistiwa. Bertemunya badai yang terjadi di Indonesia dengan yang di Filipina mengakibatkan distribusi awan terpecah sehingga menahan laju badai yang terjadi di Indonesia
Menurut Akhmad ancaman banjir dan longsor bisa saja terjadi karena daya dukung lingkungan yang mengkondisikannya. Dari Mei sampai Oktober bisa dibilang hujan sangat kurang dan seluruh Jawa suhu udara waktu itu antara 33-34 derajat, hal ini membuat tanah cepat merekah daya ikat molekul tanah lemah sehingga ketika datang hujan mengakibatkan longsor. ?Juga tidak adanya pohon-pohon keras yang menyerap air menjadi penyebab banjir dan longsor,? katanya.
Agus Supriyanto?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|