Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ketua MPR: Jangan Tergesa-Gesa Naikkan Harga BBM
Minggu, 05 Desember 2004 | 21:24 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyatakan pemerintah mesti berhati-hati menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Dalam situasi seperti ini, kata Hidayat, menaikkan harga BBM bisa menjadi bumerang bagi pemerintah. Kenaikan harga BBM yang tidak diiringi dengan kebijakan nyata yang memihak rakyat, kata dia, justru akan membuat masyarakat tidak percaya dengan kinerja pemerintah.

?Yang mesti dilakukan pemerintah saat ini adalah terus membangun public trust melalui berbagai kebijakannya. Jangan sampai rakyat punya kesimpulan pemerintah ingkar dengan janji kampanyenya dulu. Kalau tidak ada bukti konkrit, kemudian pemerintah menaikkan harga BBM, tentu rakyat akan kecewa," kata Hidayat Nurwahid, Minggu (5/12) saat berkunjung ke kantor redaksi Radar Jogja yang juga satu gedung dengan kantor Tempo Perwakilan Jateng-DIY.

Menurut Hidayat, pemerintah mestinya bersikap jujur dan transparan dalam menjelaskan berbagai hal kepada rakyat termasuk mengenai rencana kenaikkan harga BBM. Masalah keuangan negara dan posisi minyak Indonesia serta perubahan ekonomi dunia, katanya, harus disampaikan kepada rakyat apa adanya.

?Dengan begitu, rakyat akan paham bahwa subsidi BBM yang selama ini ada terpaksa harus dikurangi. Tanpa ada penjelasan secara jujur dan transparan, kebijakan menaikkan harga BBM justru akan berdampak buruk bagi pemerintah dan rakyat,? kata Hidayat yang datang tanpa protokoler kecuali didampingi tiga orang aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Hidayat, dirinya sempat kaget manakala Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa kenaikkan BBM akan mencapai 40 persen. Pernyataan Wapres itu, kata Hidayat, dinilai tergesa-gesa karena belum ada kebijakan pemerintah yang dinilai riil dan berdampak positif bagi rakyat.

?Mestinya pemerintah membuktikan janji-janji kampanyenya dulu seperti mengembalikan uang hasil korupsi atau menegakkan hukum. Sampai sekarang, saya pikir, belum ada kebijakan yang nyata dilihat masyarakat. Rakyat akan bilang, kita disuruh bayar tapi uang kita yang triliunan masih dibiarkan lari,? kata Hidayat.

Syaiful Amin?Tempo

Fototerkait
         
Anggota majelis dan perwakilan negara tetangga mendengarkan pembacaan Pidato Kenegaraan  tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2005 yang disampaikan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam sidang majelis di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, 16 Agustus 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040816]. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid didampingi Drs. al-Muzammil Yusuf (kiri belakang) saat akan jumpa pers tentang pernyataan dukungan PKS terhadap pencalonan Amien Rais dan Siswono Yudohusodo sebagai presiden dan wakil presiden di Kantor DPP PKS, Jakarta, 30 Juni 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040630]
Sidang Majelis 2004
Hidayat Nur Wahid dan al-Muzammil Yusuf

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Belum Putuskan Apapun Soal BBM
Pemerintah Bahas Kenaikan Harga BBM dan Revisi RAPBN 2005
Hidayat Nur Wahid: AS Jangan Lindungi Koruptor
Departemen Pertambangan Siapkan Opsi Kenaikan BBM
Pemerintah Naikkan BBM Setelah Panen Raya
Gus Yus Sudah Dimakamkan
Jusuf Kalla: Harga BBM Akan Naik 40 Persen
Subsidi BBM Sampai November Rp 46 Triliun
Halal Bihalal KAHMI Didatangi Sejumlah Tokoh
Indonesia Hadapi Empat Tantangan Dalam Pembangunan Sektor Energi
> selengkapnya...


Referensi

Profil Hidayat Nur Wahid
UU RI No.22 Thn.2003 Tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD
UU Nomor 6 tahun 1999 tentang Pencabutan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1985 Tentang Referendum
Kepres nomor 47Tahun 2001 Tentang Panitia Penyelidik Masalah Konstitusi
> selengkapnya...

Website

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Partai Keadilan
Amien Rais


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data