|
Keluarga Munir Tetap Usahakan Hasil Otopsi
Minggu, 05 Desember 2004 | 16:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Koordinator Kontras, Usman Hamid mengatakan, pihak keluarga Munir akan tetap mengusahakan untuk memperoleh hasil otopsi Munir baik asli maupun salinannya. Menurutnya, hal ini penting baik untuk kepentingan keluarga maupun hukum di kemudian hari.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Departemen Luar Negeri Indonesia dalam konferensi persnya Jum'at (3/12) menyatakan, tidak akan menyerahkan dokumen otopsi Munir dari Netherland Forensic Institute (NFI) kepada Suciwati, Istri Munir. Tapi, langsung diberikan kepada pihak kepolisian (Tempo Interaktif, 3/12).
Hamid menilai, pihak keluarga tetap berkepentingan untuk memperoleh dokumen tersebut. Pertama, untuk kepentingan keluarga sendiri. Tujuannya untuk menerangkan kepada keturunan Munir tentang apa yang dialaminya.”Bahwa Munir diracun keluarga punya satu keterangan resmi. Tentunya dengan adanya salinan copy otopsi itu” ujar Hamid ketika dihubungi Tempo melalui telepon, Minggu (5/12).
Kedua, menurutnya, salinan otopsi ini penting untuk kepentingan hukum dikemudian hari.”Karena jika sewaktu-waktu kasus ini dipetieskan, keluarga bis menjadikan otopsi itu sebagai dasar untuk menggugat” ungkap Hamid.
Sebenarnya, pihak keluarga telah melayangkan surat kepada Kapolri, Da'i Bactiar mengenai permohonan mengenai hasil otopsi ini. Selain itu pada Kamis lalu (2/12), keluarga juga menemui Jaksa Agung, Abdurachman Saleh agar mengkomunikasikan langsung kasus ini kepada presiden.
Namun, dia mengakui, belum tidak mengajukan kepada surat permohonan mendapatkan hasil otopsi ini kepada Deplu RI. Hamid menambahkan, dalam 2-3 hari akan menyampaikan hal yang sama kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaludin.”Sebenarnya rencananya hari Jum'at kemarin. Tapi, belum ada konfirmasi dari Pak Hamid Awaludin”.ucapnya.
Menurut Usman Hamid, hal yang sama juga dilakukan oleh kuasa hukum keluarga di Belanda, Prof. Theo de Roos. Mereka tetap memperjuangkan salinan otopsi dari Belanda. Termasuk kekurangan dokumen lainnya (sekitar 70 persen). Diantaranya, sampel organ tubuh dan keterangan saksi di Belanda.
Munir meninggal dalam pesawat Garuda menuju Belanda. Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan NFI , Munir meninggal karena racun arsenik.
Ewo Raswa-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|