|
Nasional
Pemerintah Tidak Akan Turunkan Ongkos Naik Haji
Minggu, 05 Desember 2004 | 15:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah tidak akan menurunkan ongkos naik haji (ONH) karena biaya itu paling murah dibandingkan negara lain. ?Saya tidak pernah bilang ingin menurunkan ONH karena sudah paling murah. Bandingkan dengan Malaysia yang dibangga-banggakan itu,? kata Menteri Agama Muhammad M.Basyuni kepada Tempo, kemarin.
Menurut Basyuni, upaya yang dilakukan pemerintah bukan menurunkan ONH namun menambah fasilitas bagi jemaah haji. Misalnya fasilitas makan selama 9 hari di Madinah, dari sebelumnya hanya 2 hari. ?Kami menurunkan jumlah petugas agar dapat tambahan dana peningkatan fasilitas,?jelas Basyuni. Ia menambahkan, pemerintah juga berusaha memperjuangkan agar biaya transportasi udara dapat ditekan agar jemaah haji mendapat fasilitas makan selama di Mekkah.
Direktur Pembinaan Haji dan Umroh Nurdin Nasution mengungkapkan ONH Indonesia sebesar US$ 2677 memang lebih murah dibanding Malaysia yang ONH-nya sebesar RM 9555 (US$ 2500). ?Karena Malaysia tidak memberikan living cost, sementara Indonesia memberikan living cost sebesar 1500 real (US$ 400),? jelas Nurdin, Jumat (3/12).
Lagipula, jelas Nurdin, banyak komponen biaya haji Malaysia yang disubsidi pemerintah Kerajaan Malaysia seperti misalnya obat. Sementara Indonesia, jelas Nurdin, setelah diperjuangkan bertahun-tahun, baru tahun ini diberikan subsidi obat dan petugas sebesar Rp 60 miliar. ?Namun karena petugas dan obat sudah dialokasikan dalam anggaran haji sehingga subsidi tersebut dialihkan untuk biaya makan di Madinah,? ungkap Nurdin.
Selain itu, Malaysia tidak memerlukan petugas kloter sehingga biaya haji dapat dihemat. ?kemandirian jemaah haji Malaysia dari sisi kesehatan, umum dan ibadah sudah tinggi beda dengan Indonesia,?jelas Nurdin.
Badriah-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|