|
GP Ansor Tidak Akan Ikut Campur Permasalahan NU
Sabtu, 04 Desember 2004 | 23:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gerakan Pemuda Ansor menyatakansikapnya untuk tidak campur menghadapi permasalahan di tubuh Nahdlatul Ulama pasca muktamar. "Itu urusan orang tua, kita tidak akan ikut campur," kata Hasyim Hadrawi, Ketua Pengurus Pusat NU, kepada Tempo hari ini, Sabtu (4/12) malam. Menurutnya, GP Ansor tidak akan berdiri memihak pada salah satu faksi yang ada.
Namun demikian memandang untuk mengikuti hasil muktamar kemarin yang memutuskan Hasyim Muzadi sebagai ketua tanfidziyah dan K.H Sahal Mahfudz sebagai Rais Aam. Terkait dengan munculnya faksi yang ada di tubuh NU pasca muktamar, "Kami memandang ini bukan konflik, hanya perbedaan pendapat atau cara pandang saja," ujarnya. Menurut penilaiannya, kedua kubu yang sedang bermasalah memiliki keinginan yang sama dalam pengabdian terhadap NU.
Sedangkan terkait dengan perbedaan, menurutnya harus dipandang sebagai rahmat dan bukan malah menuju perpecahan di tubuh Nahdlatul Ulama. Lebih lanjut, ia menghimbau agar pihak yang bermasalah saat ini untuk dapat mencapai titik kompromi yang dapat diterima kedua pihak. Sebagai syarat, menurutnya, Hasyim Muzadi dituntut untuk dapat mengakomodasi kubu yang berseberangan dengannya.
"Akomodasi bukan secara personal, namun lebih pada pemikiran dan pandangan yang berbeda," ujarnya lagi. Dirinya menyambut baik pernyataan Hasyim Muzadi yang menyatakan akan segera menemui Gus Dur. Ia memandang langkah tersebut dapat menjadi awalan untuk menyatukan pandangan antara NU struktural dan NU kultural. "Sekaligus dapat menepis kesalahpahaman yang mungkin terjadi," ujar Hasyim.
Ketika disingggung soal rencana Gus Dur membentuk NU tandingan, dirinya enggan berkomentar. Ia lebih menilai hal tersebut sebagai bagian langkah Gus Dur dalam mengutarakan pendapat. "Itu baru wacana saja, belum ada buktinya. Ini khan ala Gus Dur," ujarnya.
Namun demikian, menurutnya, GP Ansor sebagai salah satu Badan Otonom NU akan menempuh langkah dalam upaya penyatuan faksi-faksi yang terjadi. " Kami akan melakukan diskusi internal antar badan otonom," ujarnya lagi. Dari hasil diskusi inilah, harapannya, akan dapat menyatukan kembali faksi yang sempat terbentuk di tubuh NU.
Rinaldi Dorasman-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|