Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Dewan Akan Bentuk Tim Pencari Fakta Kecelakaan Transportasi
Sabtu, 04 Desember 2004 | 13:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi V DPR RI akan membentuk tim pencari fakta kasus kecelakaan di sektor transportasi. Menurut Sumaryoto, anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan, belakangan musibah di sektor ini amat tinggi. Sedikitnya, 88 jiwa jadi korban kecelakaan transportasi.

Tim tersebut nantinya di bawah tanggung jawab Panitia Kerja (Panja) Komisi V. Untuk mewujudkannya, pihaknya terlebih dulu mengawali audensi dengan pihak pemerintah yag terkait masalah perhubungan. Acara itu dijadwalkan pada 8 Dsember.

Yang hendak diketahui Dewan, antara lain soal regulasi tentang transportasi pesawat udara. "Apakah sudah dijalankan apa belum?" kata dia dalam acara Bincang Sabtu di Marios Place bersama radio Trijaya FM, Sabtu (4/12).

Dia mencatat, belum genap 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono kasus kecelakaan silih berganti. Itulah sebabnya, Komisi V menganggap penting masalah itu dicari tahu akar persoalannya.

Sumaryoto menengarai, banyaknya kecelakaan pesawat udara yang terjadi beberapa hari terakhir ini menjadi indikasi buruknya manajemen industri penerbangan di Tanah Air.
Salah satunya kecelakaan Lion Air di Bandara Adisumarmo Solo Rabu lalu.

"Buruknya manajemen industri transportasi penerbangan menjadikan moda transportasi yang seharusnya paling aman menjadi yang paling tidak aman," kata Sumaryoto yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu.

Sementara itu, pengamat hukum penerbangan Sumartono menimpali, rekomendasi internasional tentang penerbangan aturannya sangat ketat. Apabila ada sesuatu yang tidak beres dalam prosedur penerbangan, berarti ada kemungkinan kekeliruan dalam implementasi prosedur.

Dalam kasus kecelakaan Lion Air, dia setuju dilakukan pencarian fakta kebenaran apa yang terjadi. "Baik pemerintah, bandara udara, dan perusahaan penerbangan harus sama-sama diaudit," katanya.

Peserta pebincang lainnya, yaitu Tengku Burhanudin, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahan Penerbangan Indonesia. Dia meyakini, jika penerbangan mengukuti aturan regulasi, kecelakaan dapat diantisipasi dan diminalisir. "Sebab, prosedur airline jelas ada aturannya," ucapnya.

Sedangan Ketua Federasi Pilot Indonesia Manutar Napitupulu berpendapat, jaminan keamanan transportasi udara memang tinggi. Itulah sebabnya, harga tiket pesawat lebih mahal dibandingkan dengan moda transportasi darat dan laut. Kemungkinan kecelakaan pesawat ditentukan dua faktor. "Faktor cuaca dan pilot yang tidak mengikuti prosedur," ujarnya.

Agus Supriyanto-Tempo News Room


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR RI Akan Panggil Gubernur Sutiyoso
DPR Janji Bentuk Pansus Kasus Tanah Abang
Pemda Tangerang Naikan Pangkat Pejabatnya yang Tewas Kecelakaan Pesawat
Pengunjung Makam Keramat Tanjung Priok Tertahan di Luar Pagar
Petugas Menara ATC Adi Sumarmo Lihat Kejanggalan
KNKT: Penyebab Kecelakaan Lion Diumumkan Dalam Sebulan
Kepala Bangkai Pesawat Lion Dipotong
YLKI: Stop Izin Penerbangan Baru.
Pemerintah Hentikan Pemberian Izin Maskapai Baru
Lion Air Bantah Pernah Iklankan Pesawatnya Buatan 1996
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data