|
Nasional
Salahudin Wahid Berharap Tak Ada NU "Tandingan"
Jum'at, 03 Desember 2004 | 19:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Salahudin Wahid berharap kakaknya, Abdurrahman Wahid tidak membuat Nahdlatul Ulama "tandingan" menyusul kemenangan Hasyim Muzadi sebagai Ketua Umum organisasi itu.
Salahudin mengaku menerima semua hasil muktamar Nahdlatul Ulama ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah dua hari lalu itu.
"Saya berharap tidak ada itu (NU baru)," kata Solahudin usai menghadiri acara Forum Silaturahmi Anak Bangsa di Hotel Hilton, Jakarta, Jumat, (3/12).
Gus Solah, nama panggilan akrabnya, mengaku lebih mengupayakan persoalan ini dapat selesai dengan cara baik supaya masyarakat tidak bingung dengan kejadian tersebut.
Seperti diketahui, setelah kemenangan Hasyim sebagai Ketua Umum dan Sahal Mahfudz sebagai Rais Am, Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur bertekad segera membentuk Nahdlatul Ulama baru. Mantan Presiden tersebut juga menyatakan akan menguasai kantor Pengurus Besar NU di Jalan Kramat Raya Jakarta. "Gedung (kantor PBNU) ini saya yang bikin, bukan Hasyim Muzadi," kata Gus dur.
Meski begitu, Gus Solah mengaku menghargai apapun keputusan Gus Dur, kakaknya. "Tentu saja terserah dengan Gus Dur. Saya hanya tidak ingin ini menjadi lebih parah," kata Gus Solah.
Menurut Gus Solah keinginan Gus Dur adalah membentuk organisasi. Namun, mengenai seperti apa dan tujuan organisasi tersebut, Gus Solah hanya berkomentar pendek, "Kita lihat nantilah. Saya tidak bisa berkomentar sekarang."
Mengenai kemenangan Hasyim, dia berujar, “Muktamar itu kan proses pergantian pengurus yang demokrat, harus kita terima."
Hanya saja dia berpesan agar Hasyim melakukan perbaikan dalam memimpin NU di masa mendatang. "Diakui atau tidak, Pak Hasyim menarik NU ke politik praktis. Ya sudah, tetapi muktamar kan menerima. Berilah kesempatan memperbaiki tetapi jangan sampai melakukan itu lagi," kata Ketua Komnas HAM tersebut. bernarda rurit/poernomo g. ridho
INDEKS BERITA LAINNYA :
|