|
Nasional
"Kasus Kematian Munir Kriminal"
Jum'at, 03 Desember 2004 | 14:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Kepolisian RI Jenderal Da'i Bachtiar mengatakan, kematian Munir mengarah pada kasus kriminal. Artinya, pejuang hak asasi manusia itu meninggal dunia secara tidak wajar. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan penyidik, tetapi belum ada tersangka.
“Sudah ada dugaan kemungkinan mati tidak wajar, kalau mati tidak wajar, apa penyebabnya? Tentu mengarah pada kemungkinan perbuatan kriminal,” kata Da'i di Markas Besar Polri usai salat Jumat (3/12).
Sebagaimana keterangan sebelumnya, polisi akan mendalami 11 saksi kru Garuda, mulai dari pramugari sampai pilot pesawat. Tak terkecuali penumpang, salah satunya dokter Tarmizi Hakim yang memberikan pertolongan dan memberi obat-obatan serta suntikan kepada almarhum Munir yang sekarat di atas pesawat menuju Belanda 7 September lalu itu.
“Banyak saksi yang kami dengar. Kami lebih mendalami informasi dari orang yang lebih dekat dari orang yang bersangkutan (Munir) melalui keluarga dan teman-temannya. (Informasi yang diperoleh) tidak saja selama perjalanan tapi juga di luar penerbangan," Da'i menguraikan.
Munculnya desakan keluarga Munir yang meminta hasil otopsi Nederland Forensic Institute, Da'i menjelaskan, dokumen itu diperlukan sebagai barang bukti penyidikan. Polisi hanya dapat menunjukkan hasil otopsi tersebut kepada Suciwati.
Saat ditanyakan kemungkinan akan menyerahkan salinan atau fotokopi otopsi, Da'i menjawab, “Fotokopi itu gimana ya, itu barang bukti. Saya akan konsultasi bagaimana masalah hukum fotokopi ini kalau yang asli tidak diberikan”.
Da'i menambahkan, hasil otopsi kematian Munir nantinya menjadi barang bukti dalam persidangan di pengadilan.
Polisi, kata dia, prinsipnya akan terus bekerja keras guna mengungkap kasus kematian Munir.
“Sekarang masih dalam rangka investigasi, penyelidikan dan pengumpulan dari berbagai informasi pada saatnya nanti, kalau sudah ditemukan tentu ada dugaan terhadap orang-orang yang terkait (tersangka),” kata dia.
Jumat pagi ini Suciwati datang ke Markas Besar Polri untuk memberi keterangan sehubungan dengan kematian suaminya. Dia mengaku, pertanyaan yang diajukan polisi seputar kronologis meninggalnya Munir.
Martha Warta Silaban-Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|