Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tenggat Amnesti Lewat, Arus Pulang TKI Tetap Banyak
Jum'at, 03 Desember 2004 | 14:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Biarpun batas akhir kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mendapat amnesti dari Pemerintah Malaysia semestinya sudah lewat 14 November lalu. Tapi menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Dumai, Syafrizal Bakar, Jumat (3/12), aliran TKI masih terjadi hingga hari ini. Setiap hari, rata-rata Pelabuhan Dumai menerima 20 – 30 orang TKI per hari selepas tenggat amnesti berakhir.

Melihat masih terus berdatangannya TKI lewat Dumai, maka kata Syafrizal, pihaknya bersama Pemerintah Kotamadya Dumai dibantu PT Pelindo I yang mengelola Pelabuhan Dumai tetap mengaktifkan posko penanganan TKI. Khususnya yang berlokasi di kawasan pelabuhan.

Dengan jumlah kepulangan paska tenggat berakir, maka hingga saat ini menurut Syafrizal, jumlah TKI pulang yang masuk Indoensia melalui Pelabuhan Dumai mencapai angka 12.980 orang. Dan “jumlah itu masih terus akan membengkak karena menurut keterangan para TKI, masih banyak pekerja yang akan pulang dari Malaysia lewat Dumai akhir Desember ini,” kata Syafrizal.

Pada umumnya, kata Syafrizal, para TKI yang masuk lewat Dumai memiliki dana untuk pulang ke daerah asalnya masing-masing. “Pemda Dumai tidak terlalu kewalahan membantu pemulangan TKI ini,” kata Syafrizal. Biar begitu, ada dua orang TKI wanita berusia sekitar 20-an tahun asal Sambas Kalimantan Timur yang masih tertahan di Posko Dumai.

Selain karena tidak memiliki ongkos pulang, kata Syafrizal, tertahannya dua wanita ini karena seorang diantaranya buta huruf. Hingga tidak bisa menjelaskan secara jelas, alamat pasti keluarganya di Sambas.Disnaker menurut Syafrizal, sudah menghubungi Pemerintah Kabupaten Sambas untuk mencari solusi pemulangan kedua wanita ini.

Tapi karena hingga saat ini menurut Syafrizal, belum ada jawaban dari Pemda Sambas, kedua wanita ini untuk sementara ditampung di rumah seorang karyawan Pemda Dumai. “Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Syafrizal.

Evalisa Siregar (Riau)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Putus Komunikasi, Keluarga Minta Hariani Dipulangkan
TKI yang Mendapat Amnesti Tuntut Ongkos Pulang
Malaysia dan Indonesia Tunda Penandatangan Kesepakatan Soal TKI
Dua Rombongan TKI Tiba di Tanjung Priok
Keterlambatan Kereta Jalur Selatan Masih Parah
Pemulangan TKI dengan Kapal Angkatan Laut Tiba Pagi Ini
Aktivitas Glodok Akan Normal Kembali Rabu
Polisi: Pelaku Peledakan Bom Poso Belum Ada
Korban Akibat Gempa di Alor Jadi 23 Orang
Ketua Pengurus Port Klang: TKI Tidak Bisa Diatur
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data