Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Keluarga Minta Jaksa Agung Bawa Kasus Munir ke SBY
Jum'at, 03 Desember 2004 | 03:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Keluarga almarhum Munir meminta Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh
membantu menyampaikan permintaan keluarga ke depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ?Keluarga khusus meminta Pak Arman mengambil langkah khusus yang bisa membantu mengungkapkan kasus ini,? kata Usman Hamid, Koordnator Kontras.

Kamis (2/12), keluarga Munir yang diwakili istrinya, Suciwati dan Usman, Pungky Indarti dan Rusdi Marpaung dari Imparsial serta Choirul Anam dari Human Right Working Group menemui Jaksa Agung.

Tiga permintaan diajukan keluarga Munir, yang meninggal dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam pada 7 September lalu. Pertama, keluarga meminta Jaksa Agung menyampaikan pada Presidan bahwa hingga kini, mereka belum menerima salinan dokumen otopsi. Keluarga, kata Usman, juga meminta Arman membawanya ke sidang kabinet guna membicarakan kemungkinan kerja sama dengan pemerintah Belanda demi mendapatkan seluruh dokumen yang sebagian masih ditangan Belanda. Yakni, dokumen hasil pemeriksaan polisi Belanda terhadap orang-orang yang turut dalam penerbangan itu dan dokumen fisik yang terkait organ tubuh Munir yang masih berada di negara kincir angin itu. ?Kan ada juga penumpang yang menetap di Belanda,? katanya.

Menurut Usman, ada kendala mendapatkan seluruh dokumen yang dibutuhkan. Karena itu, kepada Jaksa Agung, mereka menyampaikan bahwa untuk memperoleh dokumen itu tidak hanya menyangkut melalui prosedural permintaan secara hukum tapi juga melalui cara diplomatik. Di situlah dibutuhkan peran Menteri Luar Negeri agar menjajaki kerjasama judisial antara kedua negara guna memperoleh seluruh dokumen.

Selain itu, keluarga berharap jaksa dapat mengkoordinir perkara-perkara penting. Secara khusus, katanya, Suciwati mengharapkan agar kematian Munir menjadi perhatian Jaksa Agung. Dari hasil pertemuan itu, kata Suciwati yang lebih banyak diam, jaksa agung berjanji akan meneruskan permintaan keluarga kepada presiden.

Istiqomatul Hayati?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Suciwati Diperiksa Sebagai Saksi, Besok
Polisi Kembali Akan Memeriksa 11 Saksi Kasus Munir
Keluarga Munir Akan Temui Jaksa Agung
Pollycarpus, Saksi yang Didalami Polisi
Nanti Malam Polri Seleksi Saksi Kasus Munir
Selidiki Kasus Munir, Tim Polri ke Singapura
Polisi Periksa Empat Saksi dari IMPARSIAL
Garuda Dukung Polisi Usut Kasus Munir
Parlemen dan Pengacara di Belanda Bantu Keluarga Dapatkan Otopsi Asli
Kontras: Otopsi Munir Ada di Menlu Wirayuda Sejak Akhir Oktober
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Kematian Munir
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
> selengkapnya...

Website

Imparsial
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data