Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Lion Air Bantah Pernah Iklankan Pesawatnya Buatan 1996
Kamis, 02 Desember 2004 | 21:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Juru bicara maskapai penerbangan Lion Air Hasyim Arsal Alhabsi tidak mau berkomentar banyak terhadap tuduhan Rudi Setiopurnomo, pilot senior, berkaitan dengan jatuhnya pesawat Lion Air di Solo. ?Mungkin dengan kejadian ini kopetitor bisa tertawa, tetapi yang jelas duka kami lebih dasyat dari apapun,? kata Hasyim, Kamis (2/12).

Rudi Setiopurnomo memang menilai buruknya penanganan armada Lion Air terkait dengan kecelakaan pesawat MD 82 dengan nomor penerbangan JT0538 di Bandara Adisumarmo, Solo. Hasyim menjelaskan pihak yang berkomentar adalah seorang pilot yang mengoperasikan pesawat di perusahan lain yang tentu saja merupakan kompetitor.

Hasyim membantah kalau Lion Air kerap melakukan pelanggaran dalam pengeloaan menajemen dan perawatan pesawatnya. Menurut Hasyim seluruh prosedur perawatan telah dilakukan sesuai standar penerbangan internasional. ?Bila Anda tak yakin, bisa Anda lakukan pengecekan langsung ke Garuda Manitenance Facility tempat Lion Air melakukan perawatan,? ujarnya.

Demikian juga soal pengenaan jam terbang terhadap pilot-pilot Lion Air, menurut Hasyim seluruhnya telah disesuaikan dengan standar jam terbang internasional dan standar minimum resthour. ?Jam terbang pilot kami rata-rata 8 jam perhari dan dalam satu minggu mereka mendapat 2 hari day off,? katanya.

Pihaknya juga membantah pernah mengiklankan dan mengakui pesawatanya buatan 1996. Dia mengakui pesawat-pesawatnya buatan antara tahun 1982-1990-an. Pihaknya mengaku memiliki pesawat jenis MD hingga 19 buah dan sesuai standar pesawat tersebut layak untuk diterbangkan. ?Bahkan perusahaan lain saat ini juga masih banyak yang menerbangkan pesawat yang lebih tua dari itu,? katanya.

Ramidi?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Setio Raharjo: Pengumpulan Fakta Kecelakaan Lion Air Bisa Selesai Dua Hari Ini
Wapres: Teliti Ulang Sistem dan Infrastruktur Pengelolaan Bandara
Wapres Kunjungi Korban Lion Air
Komisi Transportasi: Cuaca Penyumbang Terbesar dalam Kecelakaan
Menteri Perhubungan Jamin Sertifikasi Lion Air
Tragedi Lion Air Dan Duka Seorang Pengantin
Wapres Akan Kunjungi Korban Kecelakaan Pesawat
DPR Desak Agar Dibentuk Tim Selidiki Kecelakaan Lion
Kotak Hitam Pesawat Lion Air Ditemukan
Telkom Berikan Layanan Gratis Untuk Musibah Lion Air
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data