|
Gus Dur : Kantor NU Tandingan Bukan Masalah
Kamis, 02 Desember 2004 | 20:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Walau kalah dalam Muktamar , Abdurrahman Wahid tak menyerah. Gus Dur, begitu bekas presiden itu kerap disapa, diberitakan akan mendirikan Nadhatul Ulama (NU) tandingan. Soal dimana nanti NU tandingan itu berkantor, kata Gus Dur, juga bukan masalah besar. "Wong gedung ini saya yang bikin, bukan Hasyim Muzadi", katanya di kantor Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBBNU) Jl. Kramat Raya, Jakarta, hari ini (2/12).
"Saya cari duit setengah mampus, dapat duit 24,5 miliar rupiah. Utangnya masih 5 miliar," katanya. Gus Dur a menepis pernyataan Hasyim Muzadi yang melansir bahwa PBNU mempunyai saldo sebesar Rp 5,5 miliar.Gus Dur juga mengkalim bahwa segala surat menyurat soal gedung itu ada padanya. "Kalau Kyai Sahal mengusir saya dari sini, nanti dulu. Kita berebut,\" ucapnya.
Sebenarnya, Wahid telah mengusulkan kepada PBNU untuk membuat gedung tiga sampai empat tingkat di Jl.Zambrud untuk kantor Badan Otonom NU. Selain itu, dia mengusulkan agar kantor yang sekarang hanya digunakan dua tingkat saja, selebihnya untuk disewakan."Di belakang ada rumah seharga 400 juta untuk dijadikan tempat parkir. Tapi sampai sekarang belum dibeli. Padahal, kalau tidak ada ruang parkir, tidak ada orang sewa," katanya.
Status gedung PBNU di Jl.Kramat Raya, Jakarta, mencuat ke permukaan pada mukhtamar ke-31 di Boyolali kemarin. Banyak orang mempertanyakan mengenai di mana kantor NU tandingan yang akan dibuat oleh Gus Dur.
Eworaswa --Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|